Selama empat hari berturut-turut, pasukan Israel terus menutup kota Huwara, selatan Nablus, dan mencegah pembukaan toko-tokonya. Kota Huwara terletak di persimpangan utama sekelompok permukiman Israel yang didirikan di atas lahan Kota Nablus.
Lensa jurnalis mendokumentasikan pasukan Israel yang menangkap banyak pemilik warung dan toko yang mencoba membuka tokonya meskipun hanya sementara. Menurut sumber lokal, ratusan toko di sepanjang jalan utama ditutup untuk hari keempat, di tengah kehadiran militer Israel yang intens.
Narasumber melaporkan bahwa pengepungan Huwara dan penutupan toko-tokonya menyebabkan kerugian besar dan mengganggu kehidupan penduduk. Hari Kamis (2/3) para aktivis dan penduduk kota mengadakan protes di pusat kota untuk menghentikan pengepungan.
Sebelumnya, pada Minggu (26/2), di Kota Huwara dan sejumlah desa Palestina di sekitar Nablus terjadi serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya oleh pemukim ekstremis Israel. Serangan tersebut mengakibatkan kematian seorang pemuda, puluhan luka-luka, dan pembakaran serta penghancuran ratusan rumah dan mobil Palestina.
Di kota lain, pada Kamis malam (2/3), otoritas Israel menutup kembali Yerikho (Ariha) untuk hari ketiga dengan memberlakukan pos pemeriksaan militernya di sekitar kota. Sumber lokal melaporkan bahwa pasukan Israel menutup kembali tiga pintu masuk menuju kota, menghalangi pergerakan kendaraan, menggeledahnya, dan memeriksa kartu identitas warga, yang menyebabkan kemacetan lalu lintas. Sumber tersebut menyebutkan, pos pemeriksaan militer didirikan di pintu masuk selatan dekat kamp Aqabat Jaber, pintu masuk timur (gerbang kuning), dan pintu masuk utara.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








