Badan penanggulangan bencana Turki, AFAD, mencatat bahwa jumlah korban tewas di provinsi selatan negara itu naik menjadi setidaknya 45.089 orang dengan lebih dari 108.000 orang terluka. Sementara di Suriah utara, setidaknya 7.259 orang telah dilaporkan tewas. Secara keseluruhan, jumlah kematian dari kedua negara telah melampaui 50.000 jiwa. Dua gempa dahsyat Turki juga telah menghancurkan sekolah-sekolah sehingga kegiatan pembelajaran terganggu. Selama lebih dari dua minggu, institusi pendidikan ditutup.
Meskipun mereka sendiri adalah korban gempa, para guru Turki berupaya keras agar kelas tetap berjalan dan memastikan tidak ada siswa yang tertinggal. Kini, banyak tempat pembelajaran telah dibuka kembali, walaupun di tenda yang didirikan oleh sukarelawan dan pihak berwenang di zona yang dilanda gempa. Hatice Kubra Kurt, seorang guru bahasa dan sastra Turki di Kota Islahiye, Provinsi Gaziantep, mengatakan bahwa kelas berlanjut di tenda, atau perumahan darurat. Kurt mengatakan bahwa kelas sekolah dasar dimulai pada pagi hari dan sekolah menengah pada sore hari.
“Di sini, kami melakukan yang terbaik untuk berinteraksi dengan mereka satu per satu. Mereka mengalami kesulitan berkonsentrasi karena dampak gempa bumi. Kami memulai dengan aktivitas membantu anak-anak berkonsentrasi sebanyak mungkin, kemudian kami mencoba untuk berkonsentrasi pada pelajaran sehingga mereka dapat kembali ke kehidupan sehari-hari di sekolah,” ujarnya.
Dia mengatakan setiap hari jumlah siswa yang datang bervariasi, tetapi tidak ada yang dipaksa untuk mengikuti kelas. “Mereka ingin mengikuti kelas serta acara yang berlangsung di luar ruangan. Mereka datang dan pergi secara sukarela, kami tidak dapat mencari mereka dan kami tidak dapat memaksa mereka,” katanya. “Mengingat kami berada di penampungan, kami tidak dapat mencari siapa yang tinggal di mana. Kami tidak dapat berkomunikasi dengan orang tua. Ketika mereka tiba, kami membuka pintu kami, dan kembali ke rumah tenda kami setelah sekolah selesai.”
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








