Kementerian Kesehatan Palestina mengoanfirmasi bahwa Sameh Hamdallah Mahmoud Aqtash (37 tahun) telah meninggal setelah ditembak di perutnya selama serangan pasukan dan pemukim ilegal Zionis Israel di kota Za’tara, Tepi Barat.
Sumber-sumber lokal Palestina melaporkan pemukim Israel melancarkan serangan terpisah di Tepi Barat pada Minggu malam (26/2). Serangan dimulai beberapa jam setelah dua pemukim Israel tewas karena terkena tembakan seorang pria Palestina bersenjata di dekat pos pemeriksaan militer di Nablus.
Serangan pemukim dan tentara di Huwara, selatan Nablus (26/2), memakan korban tewas dan lebih dari 390 warga luka-luka. Di antara yang terluka ada yang terkena serangan pisau, dipukul dengan batang besi, dan seorang penderita diabetes yang pingsan. Ada juga 97 kasus inhalasi gas air mata.
Portal berita Wafa mengatakan para pemukim membakar sebuah rumah di Asira Al-Qibliya, dan menyerang beberapa rumah di Huwara. Di samping itu, para pemukim membakar lebih dari 100 mobil, 35 rumah seluruhnya dan 40 sebagian, selain merusak harta benda, properti, dan fasilitas umum. Tercatat bahwa para pemukim menyelenggarakan pawai di Huwara, melemparkan batu ke rumah-rumah Palestina. Serangan semacam itu juga terjadi di dekat Beita.
Di kota yang berbeda, dilaporkan bahwa tiga orang Palestina terluka dalam serangan para pemukim dan tentara Israel di utara Ramallah. Pemukim menyerang kendaraan Palestina di luar Yasouf, sebelah timur Salfit, setelah secara paksa memblokir pintu masuk desa.
Sumber Palestina mengatakan bahwa tentara Israel menutup jalan ke Nablus pada Minggu (26/2) setelah dua pemukim tewas. Bala bantuan tentara dikerahkan. Orang Israel mengatakan bahwa seorang pria bersenjata Palestina bertanggung jawab atas serangan itu. Aksi tersebut adalah tanggapan atas kejahatan Israel dan penegasan atas eskalasi perlawanan di Tepi Barat.
Serangan itu bertepatan dengan pertemuan lima pihak (Yordania, Mesir, AS, Palestina, dan Israel) yang diselenggarakan oleh Yordania di kota Aqaba untuk membahas kesepakatan tentang pengaturan keamanan untuk menghentikan ketegangan di Tepi Barat.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








