Gempa berkekuatan 5,6 M mengguncang Turki timur pada Senin (27/2) pukul 13.12 waktu setempat. Gempa tersebut menewaskan sedikitnya satu orang dan melukai puluhan lainnya serta menyebabkan beberapa bangunan yang rusak runtuh. Tim pencarian dan penyelamatan berusaha menemukan beberapa orang yang diyakini terjebak di bawah bangunan yang runtuh.
Gempa terbaru tersebut berpusat di Kota Yesilyurt di Provinsi Malatya. Badan penanggulangan bencana negara itu (AFAD) mengatakan bahwa satu orang tewas dan 69 lainnya luka-luka ketika sebuah pabrik runtuh di Kahramanmaras. Walikota Yesilyurt Mehmet Cinar mengatakan kepada televisi HaberTurk bahwa sejumlah bangunan di kota itu runtuh, termasuk sebuah bangunan berlantai empat tempat ayah dan anak perempuannya terjebak. Cinar mengatakan pasangan itu memasuki gedung yang rusak untuk mengambil barang-barang. AFAD mengatakan bahwa 32 orang diselamatkan di Malatya setelah gempa terakhir.
Teresa Bo dari Al-Jazeera, melaporkan dari Gaziantep bahwa gempa itu juga dirasakan oleh orang-orang yang tinggal di kamp-kamp sementara. “Gempa juga terasa di pusat Gaziantep, di tempat yang terkena dampak gempa bumi yang terjadi pada 6 Februari. Mereka kini tinggal di dalam tenda. Itu menimbulkan ketakutan dan kesedihan sekali lagi, ”kata Bo.
Hampir 10.000 gempa susulan telah dilaporkan sejak 6 Februari, menurut AFAD. Pekan lalu, Turki mengatakan sekitar 865.000 orang tinggal di tenda dan 23.500 di rumah kontainer, sementara 376.000 berada di asrama mahasiswa dan penginapan umum di luar zona gempa.
Bank Dunia mengatakan dua gempa dahsyat pada 6 Februari menyebabkan kerugian sekitar $34 miliar (£28 miliar) akibat kerusakan langsung di Turki, tetapi biaya rekonstruksi bisa sekitar dua kali lipat dari angka itu. Sementara itu, pejabat Bank Dunia, Anna Bjerde, mengatakan situasi di Suriah adalah bencana yang serius. Gempa tersebut menewaskan lebih dari 50.000 orang di seluruh Turki selatan dan Suriah barat laut.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








