Setidaknya tiga warga Palestina terluka pada Jumat (24/2), termasuk satu korban kritis, menyusul serangan Israel di beberapa daerah di Tepi Barat, Al-Watan Voice melaporkan. Serangan Israel terhadap warga Palestina yang turun ke jalan setelah salat Jumat terjadi di lingkungan Hebron di Beit Amer, Sair, dan Yatta.
Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan bahwa tiga warga Palestina yang terluka segera dilarikan ke Rumah Sakit Al-Khalil. Sementara itu, Perhimpunan Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) melaporkan bahwa paramedisnya merawat puluhan warga Palestina yang menderita luka setelah terkena granat gas air mata. Semua menerima perawatan di lapangan.
Warga Palestina turun ke jalan untuk memprotes pembantaian Israel di Nablus, dengan 11 warga Palestina dibunuh, termasuk dua orang tua dan seorang anak, sementara 102 lainnya luka-luka. Di Kota Tubas, pasukan pendudukan Israel yang ditempatkan di pos pemeriksaan militer Tayaseer melemparkan granat gas air mata ke arah pengunjuk rasa Palestina. Beberapa di antara mereka harus menerima perawatan lapangan oleh paramedis PRCS.
Para pengunjuk rasa berkumpul di dekat pos pemeriksaan Tayaseer untuk mendukung para tawanan Palestina di dalam penjara-penjara Israel yang telah memberontak terhadap meningkatnya pembatasan kondisi pemenjaraan mereka yang diberlakukan oleh Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








