Pasukan pendudukan Israel mengeluarkan 20 perintah pembongkaran untuk keluarga Palestina pada Kamis pagi (23/2) di Desa al-Dyouk al-Tahta, dekat Yerikho di Tepi Barat. Menurut kantor berita WAFA, perintah pembongkaran datang ketika buldoser militer Israel sedang menghancurkan sebuah rumah dua lantai di dekatnya dengan dalih bahwa perintah tersebut tidak memiliki izin bangunan.
Penduduk desa setempat mengatakan bahwa beberapa rumah yang menerima perintah penghancuran dibangun lebih dari lima tahun lalu dan dimiliki oleh warga Palestina di Al-Quds, termasuk bangunan dua lantai yang dihancurkan.
Penghancuran rumah-rumah warga Palestina di seluruh wilayah pendudukan telah meningkat sejak pemerintah ekstrem kanan yang dipimpin oleh Benjamin Netanyahu berkuasa. Menteri seperti Itamar Ben-Gvir dan Bezalel Smotrich secara terbuka menganjurkan pengusiran warga Palestina dan penghancuran rumah mereka. Pengamat menunjukkan bahwa pembersihan etnis Palestina tidak berakhir pada tahun 1948 ketika negara Israel dibentuk; tetapi terus berlangsung hingga kini.
Selain itu, izin bangunan sangat sulit dan sangat mahal untuk diperoleh warga Palestina. Oleh karena itu, dengan bertambahnya keluarga, warga Palestina di Tepi Barat dan Al-Quds harus memperluas rumah mereka atau membangun yang baru tanpa izin. Ini memaksa mereka untuk tunduk terhadap kejahatan penghancuran bangunan oleh Israel.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








