Seorang anak berusia 16 tahun yang ditembak pasukan Israel dua minggu lalu di Kota Nablus di Tepi Barat utara telah meninggal pada Selasa (21/2) karena luka-lukanya. Sumber di rumah sakit Rafidiya di Nablus mengatakan Muntaser Mohammad al-Shawwa ditembak pada 8 Februari saat penggerebekan di Nablus. Peluru menembus kepalanya dari belakang telinganya dan keluar melalui mulut.
Muntaser sempat dibawa ke rumah sakit dalam kondisi detak jantung yang telah berhenti, namun kembali berdetak dan dirawat intensif sampai dia dinyatakan meninggal pada Selasa malam. Dengan kematian Shawwa, tentara Israel telah menembak dan membunuh 49 warga Palestina sejak awal tahun ini, termasuk 12 anak-anak dan seorang lansia perempuan.
Pasukan pendudukan Israel pada hari yang sama juga menyerang siswa Palestina saat mereka meninggalkan sekolah di kamp pengungsi Shufat, timur laut Al-Quds. Serangan pasukan Israel menyebabkan kasus lemas di antara para siswa, menurut sumber lokal. Sumber mengatakan pasukan masuk ke kamp, memprovokasi siswa dan warga, kemudian menembakkan gas air mata ke arah mereka yang menyebabkan banyak orang menderita mati lemas.
Kamp tersebut terus-menerus diserang oleh pasukan pendudukan sebagai bagian dari kebijakan pemerintah sayap kanan baru Israel dan menteri keamanan nasionalnya yang fasis, Itamar Ben Gvir. Ia bersumpah untuk menekan warga Palestina di Kota Suci tersebut.
Sumber:
https://www.palestinechronicle.com
https://www.palestinechronicle.com
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








