Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat mengecam rencana Israel untuk memperluas pembangunan permukiman di Tepi Barat, yang dianggap ilegal menurut hukum internasional. Pernyataan panjang, yang dibacakan dengan lantang di ruang dewan, “mengungkapkan keprihatinan mendalam dan kekecewaan atas pengumuman Israel pada 12 Februari 2023 yang mengumumkan pembangunan lebih lanjut dan perluasan permukiman serta legitimasi pos-pos permukiman.”
“Dewan Keamanan menegaskan kembali bahwa melanjutkan kegiatan pemukiman Israel membahayakan kelangsungan solusi dua negara berdasarkan garis 1967,” kata Vanessa Frazier, utusan PBB Malta yang menjabat sebagai presiden dewan untuk bulan Februari. “Dewan Keamanan sangat menggarisbawahi perlunya semua pihak untuk memenuhi kewajiban dan komitmen internasional mereka. Kami sangat menentang semua tindakan sepihak yang menghalangi perdamaian. Ini termasuk pembangunan Israel dan perluasan permukiman, penyitaan tanah Palestina, legalisasi pos-pos permukiman, penghancuran rumah-rumah warga Palestina, dan pemindahan warga sipil Palestina,” tambahnya.
Pernyataan tersebut selanjutnya mengutuk semua tindakan kekerasan terhadap warga sipil, termasuk yang menargetkan warga Palestina. Ia menyerukan “semua pihak untuk menghormati ketenangan dan menahan diri dari tindakan provokatif, hasutan dan retorika yang hendak memanaskan situasi di lapangan.”
Pemerintah Israel pada 13 Februari bergerak untuk memajukan 10.000 rumah permukiman baru di Tepi Barat, dan melegalkan sembilan pos pemukim yang sebelumnya ilegal menurut hukum Israel. Pengumuman itu mendapat reaksi keras internasional, termasuk dari Palestina, yang telah berusaha mengadakan pemungutan suara Dewan Keamanan yang mengutuk perluasan tersebut. Otoritas Palestina dilaporkan setuju untuk menangguhkan upaya itu selama akhir pekan setelah dewan setuju untuk mengeluarkan pernyataan terkait tindakan Israel.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








