Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan perubahan iklim yang mengganggu siklus hidrologi telah menyebabkan krisis air dan kekeringan di banyak negara sehingga harus diantisipasi oleh setiap negara. “Krisis air terjadi hampir di seluruh belahan dunia dan menjadi krisis global yang harus diantisipasi setiap negara, tidak peduli itu negara maju atau berkembang. Isu ini harus menjadi perhatian bersama seluruh negara tanpa terkecuali,” katanya dalam diskusi Forum Merdeka Barat 9 tentang kelestarian air yang dipantau di Jakarta, Senin (20/2).
Permasalahan air merupakan masalah global yang dihadapi banyak negara. Hal itu karena air menjadi salah satu sumber utama untuk mewujudkan ketahanan pangan di tengah ancaman krisis global. Pemerintah Indonesia telah menyusun berbagai kebijakan dan program untuk menjaga kelestarian sumber daya air, di antaranya menginisiasi pembangunan 61 bendungan sejak 2014 sampai 2024. Dari target 61 bendungan tersebut sebanyak 36 bendungan sudah selesai dan sisanya 25 bendungan lagi sedang dalam tahap konstruksi.
Strategi pemerintah Indonesia mengatasi krisis air tersebut mendapat apresiasi Dewan Air Dunia (World Water Council). Apresiasi tersebut disampaikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono usai mendampingi Presiden Joko Widodo dalam pertemuan dengan jajaran Dewan Air Dunia yang dipimpin Presiden Dewan Air Dunia Loic Fauchon di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (15/2). Basuki mengatakan, dalam pertemuan itu, Fauchon secara khusus mengapresiasi strategi Pemerintah Indonesia yang membangun bendungan untuk mengatasi permasalahan terkait air serta mewujudkan ketahanan pangan dan energi.
Dewan Air Dunia juga sangat mendukung Indonesia sebagai tuan rumah Forum Air Dunia (World Water Forum) 2024. Forum Air Dunia merupakan forum lintas batas terbesar di dunia yang fokus dalam pembahasan isu-isu air dan mencari solusi global sebagai jawaban atas isu-isu itu. Forum Air Dunia merupakan acara yang diselenggarakan setiap tiga tahun oleh World Water Council, Global Water Partnership, dan negara tuan rumah. Forum tersebut telah berlangsung secara rutin sejak tahun 1997. Indonesia terpilih menjadi tuan rumah Forum Air Dunia ke-10 berkat perolehan voting 30 negara dari 36 negara yang masuk dalam Board of Governors World Water Council. Forum Air Dunia ke-10 akan dilaksanakan pada 18–24 Mei 2024 denganmengusung tema Water for Shared Prosperity dengan tujuan agar berbagai pemangku kepentingan dari berbagai negara dapat berdiskusi untuk berbagi pengalaman dan inovasi guna merespon berbagai tantangan pengelolaan air secara global. Tema tersebut sangat relevan dengan kondisi saat ini lantaran ketersediaan air bersih masih menjadi tantangan bagi banyak negara.
Perubahan iklim menyebabkan ketersediaan air semakin cepat berkurang di suatu lokasi belahan bumi. Namun, sebaliknya, terjadi hujan yang berlebihan atau ekstrem di lokasi belahan bumi lainnya. Oleh karena itu, ketersediaan air permukaan dan air tanah yang semakin berkurang tersebut memengaruhi ketersediaan air bersih di berbagai belahan bumi saat ini. Berdasarkan laporan World Meteorological Organization (WMO) pada 2022 lalu, kekeringan dan kelangkaan air telah melanda berbagai negara di dunia. Melalui Forum Air Dunia, Indonesia berkomitmen memperkuat kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam mencapai target tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs terkait hak atas air bersih dan sanitasi.
Pada saat yang sama, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan tentang terpilihnya Bali sebagai tuan rumah WWF ke-10, lekat dengan filosofi air. Di Bali, air tidak hanya memiliki fungsi dalam dimensi kehidupan sehari-hari untuk minum, masak, mandi, nyuci, dan irigasi. Namun, untuk masyarakat Bali, air adalah tirta yang juga digunakan untuk menyucikan diri. Membersihkan manusia dari segala kekotoran.
Sumber:
https://internasional.republika.co.id
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








