• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, Januari 19, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Artikel

Krisis Pangan Global Masih Menghantui Tahun 2023

by Adara Relief International
Februari 13, 2023
in Artikel, Sorotan
Reading Time: 6 mins read
0 0
0
Krisis Pangan Global Masih Menghantui Tahun 2023
186
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Isu krisis pangan merupakan salah satu perhatian penting dari masyarakat global dan merupakan bagian dari 17 tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Masyarakat global sepakat untuk menghilangkan kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan gizi yang baik, serta meningkatkan pertanian berkelanjutan. Sementara itu, krisis pangan adalah kondisi ketika kelangkaan atau kerawanan pangan yang dialami sebagian besar masyarakat di suatu wilayah, meningkat tajam. Dampaknya dapat dirasakan mulai dari skala nasional hingga internasional.

Adapun kerawanan pangan didefinisikan oleh Badan Pangan Dunia atau FAO sebagai situasi ketika orang tidak memiliki akses reguler ke makanan yang aman dan bergizi dalam jumlah yang cukup untuk pertumbuhan serta perkembangan normal kehidupan yang aktif dan sehat. Kerawanan pangan dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain tidak tersedianya pangan, tidak terjangkaunya pangan, dan tidak meratanya distribusi pangan di antara anggota rumah tangga. Kerawanan pangan merupakan salah satu penyebab utama gizi buruk.[1] Oleh karena itu, populasi yang sudah menderita kerawanan pangan dan kekurangan gizi yang berkepanjangan dapat berujung pada krisis pangan.

Pada tahun 2021 hampir satu dari tiga orang di dunia, sekitar 2,31 miliar orang, mengalami kerawanan pangan sedang atau parah. Hal ini berarti sekitar 350 juta orang lebih banyak dibandingkan tahun 2019, tahun sebelum pandemi COVID-19.[2] Selain itu, berdasarkan Pembaruan Global Report on Food Crises (GRFC) yang diterbitkan pada Mei 2022, jumlah orang dalam krisis pangan atau lebih buruk (IPC/CH Fase 3 atau lebih tinggi) diperkirakan mencapai 222 juta orang di 53 negara/wilayah. Ini adalah angka tertinggi yang tercatat dalam sejarah tujuh tahun laporan tersebut.

Sumber: ipcinfo.org

IPC/CH adalah tampilan visual dari jumlah total orang yang mengalami atau menghadapi kerawanan pangan akut tingkat tinggi. Data tersebut menggabungkan analisis terbaru dari Klasifikasi Fase Ketahanan Pangan Terpadu (IPC) dan Cadre Harmonisé (CH), sehingga dapat menghasilkan temuan yang relevan, konsensual, ketat, dan transparan tentang kerawanan pangan akut.

Skala Kerawanan Pangan Akut IPC telah menjadi standar global untuk klasifikasi kerawanan pangan akut. Masyarakat yang tinggal di IPC/CH Fase 4 bersifat darurat, artinya masyarakat memiliki kesenjangan konsumsi pangan yang signifikan. Sementara itu, masyarakat yang tinggal di IPC/CH Fase 5 berada dalam keadaan bencana atau kelaparan, dan aktif menghadapi kelaparan. Pada laporan GRFC 2022, sekitar 45 juta orang di 37 negara diproyeksikan memiliki makanan yang sangat sedikit sehingga mereka akan kekurangan gizi parah, berisiko kematian, atau sudah menghadapi kelaparan dan kematian (IPC/CH Fase 4 dan lebih tinggi). Ini termasuk 970.000 orang yang diproyeksikan menghadapi kondisi Bencana (IPC/CH Fase 5) pada tahun 2022.

Afghanistan, Ethiopia, Nigeria, Sudan Selatan, Somalia, dan Yaman merupakan negara dengan populasi yang menghadapi atau diproyeksikan menghadapi kelaparan (Bencana, IPC/CH Fase 5) atau berisiko mengalami kondisi bencana kerawanan pangan (Darurat, IPC/CH Fase 4) dan sedang menghadapi faktor-faktor yang memberatkan keadaan. Negara-negara ini membutuhkan perhatian paling mendesak.[3] Sementara, bila ditinjau dari IPC/CH Fase 3 ke atas terdapat 24 negara yang berada dalam krisis pangan.

Di samping itu, meskipun tidak teridentifikasi sebagai titik rawan kelaparan, terdapat beberapa negara yang perlu diwaspadai karena kondisi pangan yang memprihatinkan. Negara-negara tersebut adalah Korea Utara, Laos, Myanmar, Kolombia, Venezuela, Lebanon, Angola, dan Mozambik.[4]

Pemicu krisis pangan seringkali saling memengaruhi dan saling memperkuat, sehingga sulit untuk menentukan dengan tepat pemicu spesifik dari setiap krisis pangan. Berikut ini merupakan penyebab krisis pangan yang paling memengaruhi negara-negara di dunia.

  • Konflik

Konflik adalah pendorong utama kerawanan pangan akut, dengan 60% orang kelaparan di dunia yang tinggal di daerah yang dilanda perang dan kekerasan. Dalam situasi konflik, warga sipil seringkali kehilangan sumber pendapatan mereka. Sistem pangan dan pasar terganggu, mendorong harga pangan dan terkadang menyebabkan kelangkaan air dan bahan bakar, atau pangan itu sendiri. Konflik dan perang akan merusak lahan pertanian, pabrik, fasilitas penyimpanan, mesin dll.

Perang Rusia-Ukraina memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat internasional. Beberapa negara yang menghadapi krisis pangan menjadi perhatian khusus karena ketergantungan mereka yang tinggi pada impor pangan dan pupuk dari Ukraina dan Federasi Rusia, dan kerentanan mereka terhadap guncangan harga pangan global.

  • Cuaca ekstrem

Contoh cuaca ekstrem adalah kekeringan, banjir, musim kemarau, badai, angin topan, dan musim hujan yang terlalu dini. Hal tersebut mendorong kerawanan pangan dengan secara langsung memengaruhi tanaman dan/atau ternak, memutus jalan, dan mencegah persediaan pasar. Panen yang buruk mendorong peningkatan harga pangan dan mengurangi kesempatan kerja pertanian dan peternakan, menurunkan daya beli dan akses ke makanan, dan memicu awal musim paceklik ketika rumah tangga lebih bergantung pada pasar karena berkurangnya stok makanan. Perubahan iklim juga meningkatkan prevalensi hama tanaman seperti belalang, yang merusak dan menghancurkan hasil panen.

  • Guncangan Ekonomi, termasuk dampak Covid-19

Guncangan ekonomi dapat memengaruhi kerawanan pangan rumah tangga atau individu melalui berbagai jalur. Guncangan ekonomi makro, yang ditandai dengan, misalnya, kontraksi dalam PDB yang menyebabkan tingginya tingkat pengangguran dan hilangnya pendapatan bagi rumah tangga yang terkena dampak, atau kontraksi yang signifikan dalam ekspor dan/atau penurunan tajam dalam investasi dan arus masuk modal lainnya, depresiasi dan inflasi mata uang yang tinggi, peningkatan biaya produksi dan harga pangan, serta memburuknya nilai tukar perdagangan, yang dapat menyebabkan peningkatan kerawanan pangan yang akut.

Pandemi Covid-19 telah memicu resesi global terdalam sejak perang dunia kedua. Covid-19 dan langkah-langkah penanganannya telah memengaruhi perdagangan dunia, dan menyebabkan jatuhnya permintaan minyak dan rendahnya harga minyak global, merugikan pendapatan negara-negara yang bergantung padanya. Dampak sosial ekonomi dari pandemi, khususnya dalam hal hilangnya pendapatan di tingkat rumah tangga, memperburuk dan mengintensifkan kondisi ketahanan pangan yang sudah rapuh.

  • Wabah penyakit

Wabah penyakit biasanya disebabkan oleh infeksi, ditularkan melalui kontak orang ke orang, kontak hewan ke orang, dari lingkungan, atau media lain. Kualitas air, sanitasi, makanan dan udara merupakan elemen vital dalam penularan penyakit menular dan dalam penyebaran penyakit yang cenderung menyebabkan epidemi. Epidemi dan pandemi juga dapat memengaruhi kemampuan orang dalam menjalankan aktivitas dan mata pencaharian mereka, dan dalam kasus terburuk jika tersebar luas, juga dapat memengaruhi pasar dan rantai pasokan.

Berdasarkan data-data yang telah dijelaskan, krisis pangan masih merajalela di berbagai negara di dunia, terutama di negara dengan pendapatan sedang dan rendah. Pemicu sebuah negara mengalami krisis pangan tidak hanya disebabkan dari faktor internal negara itu sendiri, melainkan juga berasal dari faktor eksternal, sebagaimana Perang Rusia-Ukraina dan Pandemi Covid-19 yang memberikan dampak secara global. Pola makan sehat, yang sangat penting untuk meningkatkan ketahanan pangan dan mencegah segala bentuk malnutrisi, kini semakin jauh dari jangkauan orang-orang di setiap wilayah di dunia. Pada tahun 2020, tahun terakhir yang datanya tersedia, hampir 3,1 miliar orang tidak mampu membeli makanan sehat.

Krisis pangan akan sangat memengaruhi Sumber Daya Manusia (SDM) sebuah negara, terutama anak-anak. Tingkat kelaparan yang parah ini berdampak seumur hidup pada perkembangan anak dan semua aspek kehidupan mereka. Hal tersebut membahayakan kesehatan jangka panjang mereka, termasuk perkembangan fisik dan otak. Anak-anak akan lebih rentan mengalami kekerasan dalam rumah tangga, pekerja anak atau pernikahan dini, dan sering menyebabkan putus sekolah.

 

Vannisa Najchati Silma, S. Hum

Penulis merupakan Relawan Adara Relief International yang mengkaji tentang realita ekonomi, sosial, politik, dan hukum yang terjadi di Palestina, khususnya tentang anak dan perempuan. Ia merupakan lulusan sarjana jurusan Sastra Arab, FIB UI.

 

Baca Juga

In Honor of Resilience (2): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Melawan dengan Tulisan, Lukisan, dan Aksi di Lapangan

Ketika Isra’ Mi’raj Memanggil Umat untuk Kembali kepada Al-Aqsa

Sumber:

​FAO, IFAD, UNICEF, WFP, WHO. 2022. The State of Food Security and Nutrition in the World 2022. https://www.fao.org/documents/card/en/c/cc0639en

FAO dan WFP. 2022. Hunger Hotspots FAO-WFP early warnings on acute food insecurity, October 2022 to January 2023 Outlook. https://www.fightfoodcrises.net/fileadmin/user_upload/fightfoodcrises/doc/resources/HungerHotSpots2022.pdf

https://www.ipcinfo.org/ipcinfo-website/ipc-dashboard/en/

https://ourworldindata.org/hunger-and-undernourishment#severe-food-insecurity

Food Security Information Network. Global Report on Food Crises 2022 Mid-Year Update. https://www.foodsecurityportal.org/sites/default/files/2022-09/GRFC%202022%20MYU%20Final.pdf

https://www.wfp.org/global-hunger-crisis

  1. https://ourworldindata.org/hunger-and-undernourishment#severe-food-insecurity ↑
  2. ​FAO, IFAD, UNICEF, WFP, WHO. 2022. The State of Food Security and Nutrition in the World 2022. https://www.fao.org/3/cc0639en/online/sofi-2022/conclusions.html ↑
  3. FAO dan WFP. 2022. Hunger Hotspots FAO-WFP early warnings on acute food insecurity, October 2022 to January 2023 Outlook. https://www.fightfoodcrises.net/fileadmin/user_upload/fightfoodcrises/doc/resources/HungerHotSpots2022.pdf ↑
  4. FAO dan WFP. 2022. Hunger Hotspots FAO-WFP early warnings on acute food insecurity, October 2022 to January 2023 Outlook. https://www.fightfoodcrises.net/fileadmin/user_upload/fightfoodcrises/doc/resources/HungerHotSpots2022.pdf hlm. 15-16. ↑

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

Tags: ArtikelInternasional
ShareTweetSendShare
Previous Post

Penuhi Asupan Gizi, Adara Bantu Turunkan Angka Stunting di Desa Waru Jaya

Next Post

Sembilan Puluh Persen Anak Mengidap Diabetes Tipe-1, Bayi Prematur Berisiko Diabetes! Begini Pencegahannya

Adara Relief International

Related Posts

Lukisan karya Maram Ali, seniman yang suka melukis tentang Palestina (The New Arab)
Artikel

In Honor of Resilience (2): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Melawan dengan Tulisan, Lukisan, dan Aksi di Lapangan

by Adara Relief International
Januari 19, 2026
0
21

“Harapan hanya dapat dibunuh oleh kematian jiwa, dan seni adalah jiwaku — ia tidak akan mati.” Kalimat tersebut disampaikan oleh...

Read moreDetails
Ketika Isra’ Mi’raj Memanggil Umat untuk Kembali kepada Al-Aqsa

Ketika Isra’ Mi’raj Memanggil Umat untuk Kembali kepada Al-Aqsa

Januari 19, 2026
20
Kubah As-Sakhrah pada Senja hari. Sumber: Islamic Relief

Isra Mikraj dan Sentralitas Masjid Al-Aqsa dalam Akidah Islam

Januari 19, 2026
23
Lukisan karya Maram Ali, seniman yang suka melukis tentang Palestina (The New Arab)

In Honor of Resilience (1): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Bersuara Lantang dan Berjuang Mempertahankan Kehidupan

Januari 14, 2026
25
Sebuah grafiti dengan gambar sastrawan Palestina, Mahmoud Darwish, dan penggalan puisinya, “Di atas tanah ini ada hidup yang layak diperjuangkan”. (Zaina Zinati/Jordan News)

Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

Januari 12, 2026
87
Banjir merendam tenda-tenda pengungsian di Gaza (Al Jazeera)

Banjir dan Badai di Gaza: Vonis Mati Tanpa Peringatan

Januari 7, 2026
59
Next Post
Sembilan Puluh Persen Anak Mengidap Diabetes Tipe-1, Bayi Prematur Berisiko Diabetes! Begini Pencegahannya

Sembilan Puluh Persen Anak Mengidap Diabetes Tipe-1, Bayi Prematur Berisiko Diabetes! Begini Pencegahannya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630