Korban tewas terus meningkat, hingga hari Kamis (9/2) angkanya mencapai 21.000 lebih. Badan bencana Turki menaikkan jumlah korban tewas yang dikonfirmasi negara itu pada Kamis malam (9/2) menjadi 17.406, sementara jumlah nyawa yang hilang di negara tetangga Suriah mencapai 3.317.
Peluang untuk menemukan lebih banyak orang hidup perlahan memudar setelah berlalunya bencana lebih dari 72 jam dengan jumlah korban yang terus meningkat. Meskipun demikian, petugas penyelamat di Adana, Turki, berhasil mengeluarkan Akgun Eker yang berusia 45 tahun hidup-hidup dari bawah reruntuhan. Selain itu, seorang anak laki-laki berusia dua tahun diselamatkan dari sebuah bangunan runtuh di Antakya, dan seorang anak laki-laki berusia delapan tahun ditemukan di Diyarbakir. Keduanya telah terperangkap selama hampir 80 jam di bawah reruntuhan.
Saat upaya penyelamatan berlanjut, puluhan ribu orang yang selamat dievakuasi dari kota-kota Turki yang terkena dampak paling parah. Sementara itu, warga sipil di kota-kota Suriah membantu menguburkan korban tewas akibat gempa.
Gempa dahsyat tersebut juga menghancurkan atau merusak monumen-monumen bersejarah dan arsitektur ikonik yang telah lama dikenal oleh negara tersebut. Para ahli khawatir gempa bumi dapat menambah hilangnya warisan budaya di kawasan gempa. Pada Selasa (7/2) pemerintah Turki mengatakan lebih dari 5.600 bangunan telah hancur di negara itu saja. Di hari itu juga, UNESCO memperingatkan bahwa beberapa Situs Warisan Dunia yang diidentifikasi oleh badan PBB karena budaya, sejarah, ilmiah, dan bentuk signifikansi lainnya mungkin telah rusak. Berikut adalah beberapa monumen utama yang diketahui mengalami kerusakan akibat gempa bumi.
- Gaziantep Castle, Gaziantep
Dikenal secara lokal sebagai Gaziantep Kalesi, kastil abad kedua Masehi di pusat kota Gaziantep di Turki. Sebagian kastil tersebut hancur, banyak tembok dan menara pengawasnya rata dengan tanah, sementara bagian lainnya rusak. Bangunan ini awalnya digunakan sebagai titik observasi kemudian dikembangkan menjadi kastil oleh orang Romawi. Monumen ini telah menjadi daya tarik wisata yang populer. Sejarahnya yang panjang dan kaya merupakan bukti akar kuno kota ini dan banyaknya gelombang pendatang dan penakluk yang tertarik ke bagian Turki ini selama berabad-abad. Kastil ini telah mengalami renovasi berkali-kali, terakhir pada awal tahun 2000-an.
- Masjid Sirvani, Gaziantep
Berdekatan dengan Kastil Gaziantep, masjid abad ke-17 ini juga mengalami kerusakan parah. Tembok dan kubah timurnya sebagian runtuh, menurut Anadolu. Masjid tersebut, merupakan salah satu yang tertua di Gaziantep, telah lama berdiri tegak tidak hanya sebagai bangunan keagamaan tetapi juga sebagai keajaiban arsitektur. Tidak seperti umumnya, menara Masjid Sirvani memiliki dua balkon.
- Aleppo Citadel, Aleppo
Benteng ini salah satu kastil tertua di dunia, tetapi tidak luput dari kerusakan akibat gempa. “Bagian dari penggilingan Ottoman di dalam benteng Aleppo telah runtuh, sementara bagian dari tembok pertahanan timur laut telah retak dan runtuh”, kata Direktorat Jenderal Purbakala dan Museum Suriah dalam sebuah pernyataan.
Bagian kubah menara masjid Ayyubiyah di dalam benteng runtuh, sementara pintu masuk benteng telah rusak, “termasuk pintu masuk menara Mamluk”, tambah badan pemerintah tersebut. Sementara itu, UNESCO dalam sebuah pernyataan mengatakan: “Menara barat tembok kota tua telah runtuh dan beberapa bangunan di souk telah melemah.”
- Diyarbakir Fortress, Sur
Benteng bersejarah dan Taman Hevsel yang berdekatan di provinsi Diyarbakir, Turki dinyatakan sebagai bagian dari Daftar Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2015. Pada Selasa (7/2), PBB mengatakan keduanya telah rusak akibat gempa bumi.
- Masjid Yeni, Malatya
Masjid abad ke-17 di kota kuno Malatya di wilayah Anatolia Timur Turki telah berulang kali mengalami kerusakan akibat gempa bumi. Itu hancur dalam gempa bumi tahun 1894 tetapi kemudian dibangun kembali. Masjid tersebut kembali rusak dalam gempa bumi tahun 1964. Pada hari Senin (6/2), banyak dinding monumen runtuh, menurut Anadolu.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








