Secercah keajaiban muncul di tengah upaya penyelamatan korban gempa Turki dan Suriah. Seorang bayi perempuan yang baru lahir berhasil selamat dari bawah reruntuhan puing bangunan. Saat bayi ditemukan, tali pusar masih melekat di tubuhnya. Bayi tersebut adalah satu-satunya yang selamat dari keluarga terdekatnya. Keluarganya meninggal ketika gempa kuat yang melanda Turki dan Suriah meratakan rumahnya di kota Jindayris.
Penemuan bayi itu terungkap usai salah satu warga Suriah, Khalil al-Suwadi mendengar suara bayi. “Kami mendengar suara saat kami tengah menggali. Kami membersihkan puing-puing dan menemukan bayi dengan tali pusar, jadi kami memotongnya dan sepupu saya membawanya ke rumah sakit,” kata Suwadi.
Video penyelamatan itu viral beredar. Rekaman tersebut menunjukkan seorang pria berlari dari puing-puing bangunan empat lantai yang runtuh sambil menggendong bayi mungil yang tertutup debu itu. Pria kedua berlari ke arah pria pertama sambil membawa selimut untuk menghangatkan bayi yang baru lahir di suhu di bawah nol derajat. Sementara itu, pria ketiga berteriak meminta mobil untuk membawanya ke rumah sakit. Bayi tersebut dibawa untuk dirawat di kota terdekat.
Beberapa jam kemudian, jenazah anggota keluarga sang bayi baru ditemukan. Sang ayah Abdullah, ibu Afraa, empat saudara kandung, dan seorang bibinya. Bayi perempuan itu kini menerima perawatan di rumah sakit anak di Kota Arfin. Di dalam inkubator, bayi tersebut dihubungkan ke infus, tubuhnya terluka, dan perban melilit tangan kirinya. Dahi dan jari-jarinya masih membiru karena kedinginan. Dokter anak di rumah sakit tersebut, Hani Maarouf, mengatakan bayi itu stabil tetapi mengalami memar dan hipotermia.
Sejak tragedi gempa Turki dan Suriah yang berkekuatan 7,8 M korban tewas dari kedua negara telah naik menjadi 12.049, per Rabu 8 Februari 2023, dan diperkirakan akan meningkat lebih lanjut dalam beberapa hari mendatang. Sedikitnya 9.057 orang tewas di Turki dengan lebih dari 52.979 terluka, dan di Suriah utara jumlah korban tewas naik menjadi lebih dari 2.992.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








