Pemerintah ekstrem kanan Israel telah menyetujui rencana untuk mempersenjatai geng pemukim “Price Tag” yang aktif di Tepi Barat dan Al-Quds (Yerusalem) Timur, lapor Al-Quds Al-Araby pada Senin (6/2). Tentara pendudukan tampaknya sudah bersiap untuk mempersenjatai personel keamanan di pos-pos pertanian pemukim ilegal di Tepi Barat, yang sebagian besar merupakan kubu dari geng pemukim fanatik tersebut.
Rencana untuk mempersenjatai orang-orang fanatik ini diajukan dengan dalih bahwa mereka menghadapi “bahaya besar” ketika mereka tidak bersenjata. Karena, menurut laporan Israel Hayom, tentara tidak dapat menjangkau mereka dengan mudah. Semua permukiman Israel adalah ilegal menurut hukum internasional, bahkan pos-pos pemukim adalah ilegal menurut hukum Israel.
Pada tahun lalu, Haaretz mengatakan bahwa sebagian besar pos ilegal telah dibangun selama 10 tahun terakhir di Tepi Barat dan merupakan lahan peternakan. Tercatat ada sekitar 50 pos saat ini di Tepi Barat. Pengawas permukiman Kerem Navot mengatakan bahwa pos-pos terdepan ini menempati sekitar 60.000 hektar tanah, sekitar tujuh persen dari Area C wilayah pendudukan. Menurut Haaretz, permukiman di lahan pertanian biasanya dibangun di atas tanah “milik negara” atau tanah Palestina milik pribadi, sementara ternak mereka merumput di area yang lebih luas di luar perbatasan pos terdepan. Sebagian besar beroperasi dengan kontrak penggembalaan dari Kementerian Pertanian Israel.
Administrasi Sipil, yang bertugas mengalokasikan lahan penggembalaan di Tepi Barat, mengklaim bahwa pos-pos ilegal ini sering melakukan aktivitasnya tanpa sepengetahuan petugas. Al-Quds Al-Araby melaporkan bahwa pemukim di pos-pos ini mengajukan izin kepemilikan senjata kemudian membeli senjata mereka sendiri. Israel Hayom menyebutkan terdapat 100.000 pemukim Yahudi yang bersenjata.
Kelompok HAM Israel, Yesh Din, mencatat pada tahun lalu bahwa “ekspansi kolonialis Israel di wilayah Palestina yang diduduki (oPt) sejauh ini sebagian besar bergantung pada permukiman dan pos terdepan ilegal.” Ia menambahkan, “Selama beberapa tahun terakhir Israel telah mempromosikan pos-pos penggembalaan untuk peternakan kambing dan domba. Antara 2017 dan 2021, Israel membangun lebih dari 50 permukiman keluarga tunggal baru di Tepi Barat, dengan 35 di antaranya adalah pos-pos penggembalaan.”
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini







![Angin kencang dan Suhu Ekstrem Melanda Gaza [BERITA GAMBAR]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2023/02/Angin-kencang-dan-Suhu-Ekstrem-Melanda-Gaza-BERITA-GAMBAR-75x75.webp)
