Syekh Ekrima Sabri menekankan pada hari Minggu (5/2) bahwa pembelaannya terhadap Masjid Al-Aqsa akan terus berlanjut meskipun ada hasutan Israel. “Arogansi pendudukan Israel dan ancaman para pemukim Yahudi Israel tidak akan melemahkan sikap kami terhadap masalah Masjid Al-Aqsa,” desak Syekh Ikrima Sabri, imam salat Jumat masjid tersebut. “Pendudukan Israel selalu menargetkan setiap masalah yang berkaitan dengan perjuangan Palestina, terutama Masjid Al-Aqsa.”
Pada Sabtu (4/2), media Israel kembali memulai kampanye penghasutan terhadap Syekh Sabri dan menyerukan agar dia ditahan. Kanal berita Maariv yang berbahasa Ibrani menerbitkan laporan di halaman depannya yang menyerang Syekh Sabri dan menyerukan agar dia dikirim ke penjara. Komite Tinggi Islam di Al-Quds menunjuk pendudukan Israel atas segala kerugian terhadap Syekh “karena hasutan Israel yang sistematis” terhadapnya. Salah satu kelompok Islam di Palestina menyatakan bahwa kampanye penghasutan “tidak akan merusak keinginan Syekh, atau menghentikannya dari mempertahankan situs tersuci ketiga dalam Islam tersebut.”
“Upaya putus asa Israel untuk menghasut tokoh nasional Palestina adalah bagian dari rencana komprehensif untuk mengontrol Masjid Al-Aqsa dan membaginya secara spasial dan temporal,” kata Juru Bicara kelompok tersebut. Dia memberi hormat kepada Syekh Sabri atas ketabahannya melawan pelanggaran dan serangan pendudukan Israel yang terus berlanjut. Syekh Sabri telah menghadapi sejumlah kampanye Israel yang menyerukan agar dia diusir dari Al-Quds, dipenjara, bahkan dibunuh karena pembelaannya yang aktif terhadap Masjid Al-Aqsa.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








