Lima warga Palestina ditembak mati oleh militer Israel saat fajar hari Senin (6/2) di kamp pengungsi Aqbat Jabr, di Kota Ariha (Yerikho) di Tepi Barat, menurut sumber medis. Pasukan Israel yang cukup besar menerobos masuk ke kamp pengungsi, memicu konfrontasi. Tentara bersenjata lengkap kemudian melepaskan tembakan ke arah pemuda setempat, menewaskan lima orang, yang diidentifikasi sebagai Raafat Wael Aweidat, 21, dan saudaranya Ibrahim Wael Aweidat, 27, Adham Majdi Aweidat, 22, Thayer Aweidat, 28, dan Malik Awni Lafi, 22.
Kementerian Kesehatan mengatakan telah mendapat informasi mengenai lima orang yang tewas tersebut. Jenazah para korban diambil oleh tentara, melalui Otoritas Urusan Sipil Palestina, dan sedang menindaklanjuti korban lainnya yang terluka dan ditangkap oleh tentara. Perhimpunan Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) mengatakan bahwa petugas medisnya telah memberikan perawatan kepada tiga orang dengan luka tembak, termasuk satu luka serius yang kemudian dipindahkan ke rumah sakit di Ramallah, juga tiga kasus lemas.
PRCS menambahkan bahwa tentara menghalangi pekerjaan petugas medisnya dan menyerang salah satu ambulans, mencegahnya memasuki kamp pengungsi. Mereka juga menggeledah beberapa rumah di kamp pengungsi dan menahan sedikitnya 11 orang Palestina yang merupakan kerabat dari orang-orang yang tewas pada paginya. Dengan terbunuhnya lima orang tersebut, tentara Israel telah menembak dan membunuh 41 warga Palestina di Tepi Barat dan Al-Quds sejak awal tahun. Tahun lalu jumlah korban mencapai 224 orang di Tepi Barat dan Jalur Gaza, yang dianggap tertinggi dalam satu tahun sejak 2015.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








