Israel telah mengeluarkan 260 perintah penahanan administratif terhadap warga Palestina sejak awal tahun, termasuk 103 perintah baru, kata Pusat Studi Tawanan Palestina. Organisasi tersebut menjelaskan bahwa perintah tersebut mencakup 157 keputusan untuk memperbaharui penahanan administratif tawanan dalam periode antara dua hingga enam bulan. Beberapa tawanan sudah merasakan perpanjangan masa penahanan hingga lima kali.
Pusat tersebut mengatakan bahwa jumlah tawanan administratif meningkat secara signifikan. Saat ini terdapat 860 tawanan administratif, termasuk tiga anggota parlemen dan dua perempuan, Raghad Al-Fani dari Tulkarem dan Shurouq Muhammad Al-Badan dari Bethlehem, juga tujuh anak di bawah umur. Ini menunjukkan bahwa penahanan administratif adalah kebijakan kriminal yang bertujuan menyia-nyiakan nyawa warga Palestina di balik jeruji besi tanpa dasar hukum karena tawanan dihukum tanpa dakwaan atau pengadilan.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








