Dua belas negara Afrika pada Rabu (1/2) menyusun rencana untuk mengakhiri AIDS pada anak-anak pada tahun 2030 melalui serangkaian program pengujian, pengobatan, dan pencegahan HIV. Pertemuan yang diselenggarakan oleh Republik Persatuan Tanzania, menandai langkah maju dalam tindakan untuk memastikan bahwa semua anak dengan HIV dan ibu pengidap HIV yang memiliki bayi yang bebas dari HIV memiliki akses ke pengobatan.
Saat ini, di seluruh dunia, setiap lima menit seorang anak meninggal karena penyebab terkait AIDS. Hanya setengah (52%) dari anak-anak yang hidup dengan HIV di seluruh dunia menerima pengobatan antiretroviral yang dapat mencegah AIDS. Pada tahun 2021, sebanyak 160.000 anak tertular HIV. Anak-anak menyumbang 15% dari semua kematian terkait AIDS, meskipun faktanya hanya 4% dari jumlah total orang yang hidup dengan HIV adalah anak-anak.
Dua belas negara yang berkomitmen tersebut adalah Angola, Kamerun, Pantai Gading, Republik Demokratik Kongo (DRC), Kenya, Mozambik, Nigeria, Afrika Selatan, Republik Persatuan Tanzania, Uganda , Zambia, dan Zimbabwe.
Rencana baru tersebut mencakup empat pilar:
- Pengujian dini, pengobatan, dan perawatan yang optimal untuk bayi, anak-anak, dan remaja;
- Menutup kesenjangan pengobatan bagi ibu hamil dan menyusui yang hidup dengan HIV, untuk mengeliminasi penularan vertikal;
- Mencegah infeksi HIV baru di antara remaja perempuan dan perempuan hamil dan menyusui;
- Mengatasi hak, kesetaraan gender, dan hambatan sosial dan struktural yang menghambat akses ke layanan.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








