• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Januari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Ratusan Juta Anak Alami Gangguan Kesehatan Mental di Zona Konflik

by Adara Relief International
Februari 1, 2023
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Ratusan Juta Anak Alami Gangguan Kesehatan Mental di Zona Konflik
12
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Setiap anak, di mana pun mereka tinggal, berhak untuk hidup aman, bahagia, dan sehat. Namun, saat ini satu dari enam anak di seluruh dunia atau lebih dari 449 juta anak tinggal di zona konflik. Semakin banyak anak yang hidup dan tumbuh dalam situasi yang sangat tidak aman, menantang, dan dapat membahayakan mereka seumur hidup.

Perang dan ketidakstabilan kondisi yang berkepanjangan membuat banyak anak berada dalam keadaan ‘stres meracuni’. Anak-anak di Suriah, Yaman, Ukraina, dan banyak negara lain yang dilanda perang mengalami kehilangan dan kehancuran yang sama. Hal tersebut dapat berdampak seumur hidup, terutama pada kesejahteraan fisik dan psikologis mereka. 

Anak-anak telah dibom dan mengalami kelaparan. Mereka telah melihat teman dan keluarga mereka meninggal, dan menyaksikan sekolah serta rumah berubah menjadi puing-puing. Mereka tidak diberikan makanan, obat-obatan, dan bantuan vital. Kehidupan mereka telah direnggut. Konflik perang di sebuah negara dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis dan emosi anak-anak dalam berbagai cara, dan memiliki dampak jangka panjang jika tidak ditangani. Berikut adalah lima dampak konflik pada kesehatan mental anak-anak.

1.Kecemasan, kesepian, dan tidak aman

Banyak anak yang tinggal di zona konflik kehilangan rumah mereka karena penembakan. Hal tersebut memaksa mereka untuk mengungsi dari lingkungan mereka dan harus meninggalkan teman dan keluarga mereka. Kehilangan dan perpisahan seperti itu dapat menyebabkan tingkat depresi dan kecemasan yang tinggi pada anak-anak yang terkena dampak perang. Terlebih lagi, berpisah dengan orang tua adalah salah satu siksaan perang yang paling signifikan, terutama bagi anak-anak yang lebih kecil. Keadaan kecemasan yang terus-menerus ini dapat menyebabkan mengompol, sulit tidur, mimpi buruk, dan hubungan yang tegang dengan orang yang mereka cintai.

2. Emosi tidak stabil

Anak-anak yang terpapar berbagai sumber kekerasan pada akhirnya juga dapat menjadi sensitif dan mati rasa secara emosional. Hal tersebut dapat meningkatkan kemungkinan mereka dalam meniru perilaku agresif yang mereka saksikan dan menganggap kekerasan tersebut sebagai hal yang normal. Oleh karena itu, anak-anak akan sulit membangun hubungan yang baik dengan orang lain dalam jangka panjang.

3. Agresif

Anak-anak yang dibesarkan dalam lingkungan konflik bersenjata mungkin menunjukkan sikap agresif dan menarik diri dari teman sebaya dan keluarga mereka. Oleh karena itu, mereka dapat dengan mudah berkelahi, meneriaki teman-teman mereka, atau mengintimidasi anak-anak lain. Salah satu psikolog Save the Children di Suriah selatan menjelaskannya, “Ada banyak tekanan pada anak-anak di rumah. Tidak ada taman bermain, tidak ada tempat bagi mereka untuk bermain… mereka bahkan tidak bisa berjalan-jalan. Tidak ada pilihan bagi mereka untuk keluar rumah, seperti melakukan beberapa aktivitas, bermain, bermain sepak bola. Inilah mengapa anak-anak cenderung menjadi lebih agresif karena mereka tidak mendapatkan kesempatan untuk melepaskan energi di dalam diri mereka.”

4. Gejala psikosomatis

Anak-anak di Suriah mengatakan bagaimana tingkat stres mereka yang tinggi telah mempengaruhi fisik mereka seperti, sakit di kepala dan dada, kesulitan bernapas, dan dalam beberapa kasus kehilangan gerak sementara di anggota tubuh mereka. “Saat saya duduk sendirian dan mulai berpikir, perut saya mulai sakit. Saat itulah saya benar-benar memahami situasi yang saya hadapi, saat saya benar-benar memikirkannya”, kata Tarek. Banyak anak mengalami kesulitan berbicara atau mulai gagap, dan beberapa bahkan dapat mengalami amnesia parsial.

5. Menyakiti diri sendiri

Sayangnya, dalam beberapa kasus, anak-anak tidak melihat pilihan lain selain mencoba melarikan diri dari apa yang mereka alami dan lingkungannya dengan menggunakan narkoba dan alkohol atau bahkan menyakiti diri sendiri dan bunuh diri. Rasha, seorang guru di Suriah selatan mengatakan, “Mereka sering menggunakan narkoba untuk melupakan situasi saat ini yang mereka jalani, agar merasa lebih baik.”

Namun, stigma sosial dan sikap terhadap kesehatan mental tetap menjadi tantangan yang signifikan. Narkoba, menyakiti diri sendiri, atau mempertimbangkan untuk bunuh diri tetap menjadi topik yang tabu di banyak komunitas, terutama di lingkungan konflik. Akibatnya, banyak kasus yang berpotensi tidak dilaporkan oleh masyarakat.

Sumber:

https://www.savethechildren.net

***

Baca Juga

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

Tags: AnakInternasionalKesehatan
ShareTweetSendShare
Previous Post

777 Anak di Cilincing Jakarta Utara Rawan Stunting

Next Post

Pembangunan Terhenti, Gaza Desak Dunia Internasional untuk Kirim Bantuan

Adara Relief International

Related Posts

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak
Berita Kemanusiaan

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

by Adara Relief International
Januari 19, 2026
0
17

Presiden AS Donald Trump secara resmi menguraikan struktur "Dewan Perdamaian", yang diharapkan dapat "memenuhi" 20 poin rencana Trump untuk Gaza,...

Read moreDetails
Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Januari 19, 2026
14
Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Januari 19, 2026
11
Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Januari 19, 2026
27
Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Januari 19, 2026
12
Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Januari 15, 2026
21
Next Post
Pembangunan Terhenti, Gaza Desak Dunia Internasional untuk Kirim Bantuan [BERITA GAMBAR]

Pembangunan Terhenti, Gaza Desak Dunia Internasional untuk Kirim Bantuan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630