• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Januari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Laporan PBB: Setiap 4,4 Detik Anak atau Remaja Meninggal  pada Tahun 2021

by Adara Relief International
Januari 13, 2023
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
UNICEF: Anak-Anak Paling Menderita Akibat Krisis Iklim, 30 Juta Anak di 27 Negara Terkena Banjir Dahsyat Saat COP27 berlangsung di Mesir, UNICEF memperingatkan banjir besar tahun ini telah berdampak terhadap setidaknya 27,7 juta anak di 27 negara di seluruh dunia. Sebagian besar dari 27,7 juta anak yang terkena dampak banjir pada 2022 termasuk yang paling rentan dan berisiko tinggi terhadap berbagai ancaman, termasuk kematian karena tenggelam, wabah penyakit, kekurangan air minum yang aman, kekurangan gizi, gangguan dalam belajar, dan kekerasan. Akibat penyerta dari bencana banjir seringkali lebih mematikan bagi anak-anak daripada banjir itu sendiri. Pada 2022, banjir telah berkontribusi pada peningkatan penyebaran pembunuh utama anak-anak, seperti malnutrisi, malaria, kolera, dan diare: Di Pakistan, lebih dari 1 dari 9 anak balita yang dirawat di fasilitas kesehatan di daerah yang terkena banjir di Sindh dan Balochistan ditemukan menderita kekurangan gizi akut. Di Chad, 465.030 hektar lahan pertanian hancur sehingga memperburuk situasi kerawanan pangan yang sudah mengerikan. Di Malawi, hujan lebat dan banjir oleh badai tropis Ana pada Januari 2022 menyebabkan kerusakan parah terhadap sistem air dan sanitasi, yang menciptakan kondisi sempurna untuk wabah kolera untuk berkembang. Wabah ini telah merenggut nyawa 203 orang, 28 di antaranya adalah anak-anak. Hingga saat ini, 1.631 anak telah terinfeksi kolera. Bersamaan dengan guncangan iklim dan konflik, banjir menyebabkan proyeksi jumlah anak-anak di Sudan Selatan yang menghadapi kerawanan pangan tingkat tinggi melampaui tingkat yang terlihat selama konflik pada 2013 dan 2016. Selain itu, PBB baru-baru ini memperingatkan bahwa beberapa komunitas mungkin menghadapi kelaparan jika bantuan kemanusiaan tidak dipertahankan dan langkah-langkah adaptasi iklim tidak ditingkatkan. Selain mengancam kehidupan jutaan anak, banjir telah mengganggu layanan penting dan membuat banyak keluarga terpaksa mengungsi: Banjir baru-baru ini di Pakistan merusak dan menghancurkan hampir 27.000 gedung sekolah, memaksa 2 juta anak tidak sekolah. Di Sudan Selatan, 95 kantor layanan nutrisi yang didukung UNICEF telah terkena dampak banjir sehingga menghambat pengiriman layanan bagi 92.000 anak penderita malnutrisi. Diperkirakan 840.000 anak mengungsi akibat banjir di Nigeria dalam beberapa bulan terakhir. 126 sekolah di Kamerun terkena dampak banjir, membuat 38.813 anak kehilangan akses ke pendidikan. Hujan lebat dan banjir di Yaman memicu banjir yang menyebabkan kerusakan parah pada tempat-tempat penampungan di lokasi-lokasi pengungsian. 73.854 rumah tangga terkena dampak dan 24.000 rumah tangga mengungsi. Selain mendesak pemerintah dan perusahaan besar untuk mengurangi emisi dengan cepat, UNICEF mendesak para pemimpin untuk mengambil tindakan segera dalam melindungi anak-anak dari kerusakan iklim dengan mengadaptasi layanan sosial penting yang mereka andalkan. Langkah-langkah adaptasi, seperti menciptakan sistem air, kesehatan dan pendidikan yang tahan terhadap banjir dan kekeringan, akan menyelamatkan nyawa. Tahun lalu, negara-negara maju sepakat untuk menggandakan dukungan untuk adaptasi menjadi $40 miliar per tahun pada 2025. Pada COP27, mereka harus menyajikan peta rencana yang kredibel dengan tonggak yang jelas tentang bagaimana hal ini akan disampaikan, sebagai langkah untuk memberikan setidaknya $300 miliar per tahun untuk adaptasi pada 2030. Setidaknya setengah dari semua pendanaan iklim harus mengalir menuju adaptasi. UNICEF juga mendesak pihak-pihak agar menemukan solusi untuk mendukung mereka yang akan menghadapi kerugian dan kerusakan iklim di luar batas yang dapat diadaptasi oleh masyarakat. UNICEF menyerukan kepada pemerintah untuk menutup kesenjangan keuangan untuk mengatasi perubahan yang tidak dapat diubah ini untuk anak-anak. Di COP27, UNICEF menyerukan semua pihak untuk: MENCEGAH. Tinjau kembali rencana iklim nasional mereka untuk mengurangi emisi secara drastis dan mendesak untuk mencegah bencana iklim. MELINDUNGI. Menyiapkan tindakan yang jelas tentang adaptasi yang melindungi setiap anak dari percepatan dampak perubahan iklim melalui Global Stocktake dan Global Goal on Adaptation. MEMPERSIAPKAN. Tingkatkan pendidikan perubahan iklim dan partisipasi yang berarti untuk mempersiapkan anak-anak dan remaja melalui rencana Action for Climate Empowerment (ACE) PRIORITASKAN. Memprioritaskan anak-anak dan remaja dengan mempercepat investasi pendanaan iklim dalam layanan sosial tahan iklim yang menjangkau anak-anak yang paling berisiko dan membuka kemajuan dalam kerugian dan kerusakan Berkomitmen pada aksi iklim yang peka terhadap anak dengan menyelaraskan dan mengoperasionalkan Deklarasi tentang Aksi Anak, Pemuda dan Iklim Tanggapan kemanusiaan langsung UNICEF untuk negara-negara yang terkena dampak banjir sangat luas di semua sektor: kesehatan, nutrisi, air, sanitasi dan kebersihan (WASH), perlindungan anak, dan pendidikan. Namun, kurangnya dana telah menghambat respons di banyak negara. Misalnya, kesenjangan pendanaan untuk respon kemanusiaan di Pakistan saat ini mencapai 85%. Sumber: https://reliefweb.int/report/world/over-27-million-children-risk-devastating-floods-set-records-across-world
10
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

United Nations Inter-agency Group for Child Mortality Estimation (UN IGME) memperkirakan bahwa 5 juta anak meninggal sebelum ulang tahun kelima mereka. Selain itu, diperkirakan juga sebanyak 2,1 juta anak dan remaja lainnya, yang berusia antara 5–24 tahun, kehilangan nyawa mereka pada 2021. Dalam laporan terpisah, organisasi tersebut menemukan bahwa 1,9 juta bayi lahir dan meninggal selama periode yang sama. Tragisnya, banyak dari kematian ini sebenarnya dapat dicegah dengan akses yang adil dan perawatan kesehatan ibu, bayi baru lahir, anak, dan remaja. “Setiap hari, terlalu banyak orang tua yang menghadapi trauma kehilangan anak-anak mereka, kadang-kadang bahkan sebelum mereka mengembuskan nafas pertama,” kata Vidhya Ganesh, Direktur Divisi Analisis, Perencanaan, dan Pemantauan Data UNICEF.

Laporan menunjukkan beberapa hasil positif dengan risiko kematian yang lebih rendah di semua usia secara global sejak tahun 2000. Angka kematian balita secara global turun sebesar 50% sejak awal abad ini, sementara angka kematian pada anak yang lebih tua dan remaja turun sebesar 36% dan angka mortalitas bayi-lahir turun 35%. Hal ini dapat dikaitkan dengan lebih banyak investasi dalam memperkuat sistem kesehatan primer untuk memberi manfaat bagi perempuan, anak-anak, dan kaum muda. Namun, keuntungan telah berkurang secara signifikan sejak 2010, dan 54 negara akan gagal memenuhi target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan untuk kematian balita. Jika tindakan cepat tidak dilakukan untuk meningkatkan layanan kesehatan, sekitar 59 juta anak dan remaja akan meninggal sebelum tahun 2030, dan hampir 16 juta bayi akan meninggal karena lahir mati.

“Sangat tidak adil bahwa peluang seorang anak untuk bertahan hidup dapat ditentukan hanya oleh tempat kelahirannya, dan ada ketidaksetaraan yang begitu besar dalam akses mereka ke layanan kesehatan untuk menyelamatkan jiwa,” kata Dr. Anshu Banerjee, Direktur Maternal, Newborn, Child and and Adolescent Health and Ageing di WHO. “Anak-anak di mana pun membutuhkan sistem perawatan kesehatan primer yang kuat untuk memenuhi kebutuhan mereka dan keluarga mereka, sehingga di mana pun mereka dilahirkan mereka memiliki awal yang terbaik dan harapan untuk masa depan.”

Anak-Anak Menanggung Beban Krisis Dunia

Anak-anak terus menghadapi peluang yang sangat berbeda untuk bertahan hidup berdasarkan tempat mereka dilahirkan, dengan Afrika sub-Sahara dan Asia Selatan memikul beban terberat. Meskipun sub-Sahara Afrika hanya memiliki 29% kelahiran hidup global, wilayah tersebut menyumbang 56% dari semua kematian balita pada 2021. Sementara itu, Asia Selatan menyumbang 26% dari total kematian balita. Anak-anak yang lahir di sub-Sahara Afrika memiliki risiko kematian anak tertinggi di dunia, 15 kali lebih tinggi daripada risiko anak-anak di Eropa dan Amerika Utara. Para ibu di kedua wilayah ini juga menanggung rasa sakit kehilangan bayi lahir mati pada tingkat yang luar biasa, dengan 77% dari semua kelahiran mati pada 2021 terjadi di Afrika sub-Sahara dan Asia Selatan. 

Akses dan ketersediaan perawatan kesehatan yang berkualitas terus menjadi masalah hidup dan mati bagi anak-anak secara global. Sebagian besar kematian anak terjadi dalam lima tahun pertama, setengahnya terjadi dalam bulan pertama kehidupan. Untuk bayi-bayi termuda ini, kelahiran prematur dan komplikasi selama persalinan adalah penyebab utama kematian. Lebih dari 40% bayi lahir mati terjadi selama persalinan, sebagian besar dapat dicegah ketika perempuan memiliki akses ke perawatan berkualitas selama kehamilan dan kelahiran. Untuk anak-anak yang bertahan hidup melewati 28 hari pertama, penyakit menular seperti pneumonia, diare, dan malaria menjadi ancaman terbesar.

Meskipun COVID-19 tidak secara langsung meningkatkan kematian anak-anak, pandemi ini mungkin meningkatkan risiko kelangsungan hidup mereka pada masa depan. Secara khusus, laporan tersebut menyoroti kekhawatiran seputar gangguan pada kampanye vaksinasi, layanan nutrisi, dan akses ke perawatan kesehatan primer, yang dapat membahayakan kesehatan dan kesejahteraan anak-anak selama tahun-tahun mendatang. Selain itu, pandemi telah memicu kemunduran terbesar vaksinasi dalam tiga dekade, menempatkan bayi baru lahir dan anak-anak ke dalam keadaan paling rentan.

Sumber:

Baca Juga

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

https://reliefweb.int

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

Tags: AnakInternasional
ShareTweetSendShare
Previous Post

Menarik tapi Hati-Hati! Banyak Kasus Ciki Ngebul, Kemenkes Perketat Nitrogen Cair

Next Post

Amnesty International: Larangan Pengibaran Bendera adalah Upaya Pembungkaman Warga Palestina

Adara Relief International

Related Posts

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak
Berita Kemanusiaan

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

by Adara Relief International
Januari 19, 2026
0
14

Presiden AS Donald Trump secara resmi menguraikan struktur "Dewan Perdamaian", yang diharapkan dapat "memenuhi" 20 poin rencana Trump untuk Gaza,...

Read moreDetails
Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Januari 19, 2026
14
Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Januari 19, 2026
11
Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Januari 19, 2026
26
Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Januari 19, 2026
11
Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Januari 15, 2026
21
Next Post
Amnesty International: Larangan Pengibaran Bendera adalah Upaya Pembungkaman Warga Palestina

Amnesty International: Larangan Pengibaran Bendera adalah Upaya Pembungkaman Warga Palestina

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630