Gunung Marapi di Sumatera Barat mengalami erupsi pada Sabtu (7/1) sekitar pukul 06.11 WIB. Ketinggian abu vulkanik 3.191 meter dari permukaan laut. Dalam sehari itu, erupsi Gunung Marapi terjadi sebanyak 15 kali. Namun, Kepala Pos Pengamatan Gunung Marapi Teguh Purnomo, mengatakan erupsi pertama di hari itu masih dapat dikatakan sebagai erupsi pembuka.
Petugas pos pemantau Gunung Marapi, Ahmad Rifandi, mengatakan bahwa sejak Minggu (8/1) jam 00.00 WIB sampai 12.00 WIB Gunung Marapi sudah erupsi sebanyak 13 kali. Dia menyebut, tinggi kolom abu yang keluar dari Erupsi hari ini berkisar antara 150–200 meter. Total sejak kemarin, Gunung Marapi sudah erupsi sebanyak 28 kali.
Pihaknya akan terus memantau aktivitas gunung yang terletak di antara Kabupaten Tanah Datar dengan Kabupaten Agam ini apakah aktivitas gunung akan naik atau turun. Teguh menyebut Gunung Marapi punya siklus 2 sampai 4 tahunan erupsi. Terakhir, gunung ini erupsi pada 4 Juli 2017. Dia mengimbau, masyarakat mengikuti rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Masyarakat, wisatawan, dan pendaki dilarang mendekat ke radius 3 kilometer dari kawah Gunung Marapi.

Meskipun demikian, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar menyebut pada Minggu (8/1) tercatat 40-an orang pendaki berada di atas Gunung Marapi saat erupsi terjadi. Namun menurut warga yang ada di pintu masuk Pos Pendakian Proklamator, diperkirakan lebih dari 100 orang. Angka tersebut jauh lebih tinggi dari yang tercatat, karena pada saat kejadian masih banyak pendaki yang nekat dan memaksa naik. Pos Pendakian Proklamator berada di kawasan Batu Palano dan merupakan satu-satunya pintu masuk resmi para pendaki Gunung Marapi.
“Perkiraan kami ada lebih dari 100 orang. Hari Kamis dan Jumat memang hanya 40-an orang. Tapi hari Sabtu, ada sekitar 50-an orang, termasuk rombongan dari Duri Riau. Ada 29 orang mereka,” kata Safrizal, warga Batu Palano yang menetap dan berjualan di pintu masuk.
Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Sumbar, Eka Damayanti, mengatakan pihaknya telah melarang para pendaki untuk naik ke Gunung Marapi pasca erupsi hari ini. Tapi menurut dia banyak pendaki yang tidak memedulikan larangan tersebut. Saat ini, petugas gabungan dari BKSDA, Basarnas dan Polri serta warga setempat masih melakukan penyisiran dan mencari para pendaki ke puncak. Mereka diminta untuk segera turun gunung.
Sebelumnya, saat erupsi Gunung Marapi terjadi, BKSDA Sumbar mencatat ada 40-an pendaki yang sedang berada di puncak gunung. BKSDA mengatakan kini sudah 20 pendaki yang sudah turun dari gunung. “Pendaki yang sudah turun ada 20 orang,” kata Kepala BKSDA Sumbar Ardi Andono pada Sabtu malam (07/1). Ardi menyebut sisa pendaki yang masih berada di atas gunung sejauh ini bisa dihubungi oleh tim di lapangan. Kata Ardi, semua pendaki, baik 20 yang sudah berhasil turun maupun yang masih dalam perjalanan dalam keadaan sehat.
Sumber:
https://repjabar.republika.co.id
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








