Tahun 2023 baru saja berlalu 5 lima hari, namun bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor telah terjadi di berbagai daerah Indonesia. Sejak Desember 2022, curah hujan yang tinggi melanda Tanah Air secara merata. Pada awal Tahun Baru 2023, Provinsi Jawa Tengah menjadi salah satu wilayah yang paling banyak terdampak banjir. Di antaranya adalah Kabupaten Tegal, Kabupaten Pekalongan, Kota Semarang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Kudus, Kabupaten Demak, Kabupaten Grobogan, dan Kabupaten Pati. Di Kelurahan Trimulyo, Kecamatan Genuk, Semarang, ketinggian air bahkan mencapai 1,25 meter. Banjir itu menggenangi hampir seluruh wilayah Trimulyo yang memiliki 4 RW. Banjir paling dalam berada di RW 1 dan RW 2.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menginstruksikan penambahan kapasitas pompa dan pintu air dalam rangka penanganan banjir di Semarang, Jawa Tengah. Basuki mengatakan banjir yang terjadi kali ini tidak hanya disebabkan banjir rob atau banjir pasang surut air laut, tetapi juga disebabkan oleh debit air hujan tinggi yang terjadi sejak Sabtu (31/12). Dia menilai rumah pompa yang terpasang masih kurang kapasitasnya untuk menyurutkan banjir dengan cepat.
“Penanganan banjir yang ditangani sekarang adalah banjir dari hulu sungai dengan kapasitas pompa di Rumah Pompa Sringin sebesar 10 meter kubik (m3)/detik dan Rumah Tenggang sebesar 12 m3/detik, sedangkan debit hujan kemarin sampai dengan 65 m3/detik. Artinya, kapasitas pompa masih kurang,” ujar Basuki dikutip dari Antara, Rabu (4/1). Sebagai penanganan jangka pendek, Kementerian PUPR pada Selasa (3/1) sudah mendatangkan pompa dari berbagai wilayah untuk menyedot dan menyalurkan air genangan ke laut.

Pada Senin (2/1) Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mengeluarkan peringatan banjir pesisir atau rob di sejumlah wilayah pada Januari 2023. Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo mengatakan, banjir rob itu diprediksi terjadi karena adanya fenomena bulan purnama atau full moon pada 6 Januari 2023. BMKG mengatakan kondisi ini secara umum dapat mengganggu aktivitas keseharian masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di permukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat.
Wilayah yang harus diwaspadai yakni di Pesisir Sumatera Barat, Pesisir Bengkulu, Pesisir Jawa Tengah, Pesisir Jawa Timur, Pesisir Sulawesi Utara, Pesisir Sulawesi Selatan, Pesisir Kep. Riau, Pesisir Banten, Pesisir utara DKI Jakarta, Pesisir Nusa Tenggara Barat, Pesisir Maluku Utara, Pesisir Nusa Tenggara Timur. Pesisir Maluku, Pesisir Jawa Barat, Pesisir Kalimantan Barat, Pesisir Papua Selatan, juga Pesisir Kalimantan Tengah.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








