Pasukan Israel telah menembak mati seorang anak Palestina selama serangan militer di Kamp Pengungsi al-Dheisha, selatan Kota Bethlehem, Tepi Barat. Sumber keamanan mengonfirmasi bahwa Adam Ayyad, 15, ditembak dengan peluru tajam di bagian dada. Ia kemudian dibawa ke rumah sakit Beit Jala, dan dinyatakan meninggal di sana. Seorang anak lagi juga dilaporkan ditembak di bagian tangan.
Sejumlah besar pasukan pendudukan Israel saat itu menggerebek kamp pengungsi sebelum fajar, menggeledah beberapa rumah dan menangkap beberapa warga, hingga memicu protes dari penduduk setempat. Tentara pendudukan Israel yang bersenjata lengkap kemudian menyerbu desa dengan buldoser militer, serta menembak pengunjuk rasa dengan tembakan langsung dan gas air mata.
Kementerian Luar Negeri Palestina menggambarkan pembunuhan itu sebagai “kejahatan eksekusi yang keji”, dan mengatakan, “kekebalan hukum yang berkelanjutan mendorong Israel untuk melakukan kejahatan terhadap anak-anak kami. Ini adalah perpanjangan dari serangkaian pembunuhan di luar proses hukum dan bagian dari penargetan Israel terhadap anak-anak Palestina secara umum,” tambah pernyataan itu.
Dengan pembunuhan Ayyad ini, jumlah warga Palestina yang dibunuh oleh pasukan Israel sejak awal 2023 telah meningkat menjadi tiga orang. Sehari sebelumnya, tentara Israel membunuh Mohammad Samer Houshieh, 22, dan Fouad Mahmoud Abed, 25, saat penggerebekan di kota Kufr Dan, di utara Tepi Barat. Tiga lainnya terluka, satu di antaranya terkena peluru di dada dan dilaporkan dalam kondisi kritis.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








