Hingga akhir tahun 2022, populasi penduduk Palestina dalam wilayah jajahan tahun 1967 telah mencapai lebih dari 5,4 juta jiwa, dengan peningkatan tahunan sebesar 2,4%, sementara hampir tujuh juta warga Palestina masih tinggal di wilayah diaspora, lapor Biro Pusat Statistik Palestina (PCBS) pada Kamis (29/12). Dalam laporan singkat tentang status rakyat Palestina pada akhir tahun 2022, PCBS mengatakan perkiraan jumlah warga Palestina pada akhir tahun 2022 adalah sekitar 14,3 juta; sebanyak 5,4 juta tinggal di Palestina, lebih dari sepertiganya tinggal di Jalur Gaza. Selain itu, 1,7 juta warga Palestina tinggal di ‘Israel’ saat ini, sementara sekitar 6,4 juta tinggal di negara-negara Arab, dan 761.000 tinggal di luar negeri. Karena jumlah orang Yahudi di Palestina diperkirakan akan mencapai 7,1 juta pada akhir 2022, maka jumlah orang Palestina dan Yahudi di Palestina akan sama pada akhir tahun ini.
Penduduk Palestina mayoritas berusia muda dengan lebih dari sepertiga penduduk berusia kurang dari 15 tahun, kata PCBS. Persentase individu yang berusia 0 hingga 14 tahun merupakan 38% dari total populasi pada akhir tahun 2022 (36% di Tepi Barat dan 41% di Jalur Gaza). Persentase penduduk lanjut usia berusia 65 tahun ke atas pada akhir tahun 2022 mencapai 3% dari total penduduk di Palestina (4% di Tepi Barat dan 3% di Jalur Gaza).
Hasil Survei Konsumsi Rokok dan Tembakau 2021 menunjukkan bahwa persentase individu berusia 18 tahun ke atas yang merokok satu atau lebih produk tembakau asap (rokok pabrik, rokok linting tangan, cerutu, dan pipa air) di Palestina meningkat menjadi sekitar 31% dari total individu berusia 18 tahun ke atas pada tahun 2021, sedangkan persentase ini berjumlah sekitar 23% pada tahun 2010. Hasil survei menunjukkan kesenjangan yang besar antara Tepi Barat dan Jalur Gaza. Ada peningkatan yang jelas dalam prevalensi merokok di kalangan individu berusia 18 tahun ke atas di Tepi Barat, yang mencapai sekitar 40% di Tepi Barat dibandingkan dengan 17% di Jalur Gaza pada tahun 2021.
Terlepas dari pemulihan bertahap dalam kinerja ekonomi Palestina selama paruh pertama tahun 2022 dan peningkatan signifikan yang tercatat dalam jumlah karyawan di berbagai kegiatan ekonomi, tingkat pengangguran masih tinggi. Kenaikan tingkat pengangguran disebabkan oleh kenaikan tajam tingkat pengangguran di Jalur Gaza, setengah dari angkatan kerja (45%) menganggur dibandingkan dengan sekitar 14% di Tepi Barat. Namun, perbedaan tingkat pengangguran antara laki-laki dan perempuan cukup signifikan, mencapai 21% di antara laki-laki dan 39% di antara perempuan dalam angkatan kerja. Tingkat pengangguran mencapai 48% di antara lulusan pemuda berusia 20 hingga 29 tahun dari pemegang diploma menengah dan lebih tinggi (28% di Tepi Barat dan 73% di Jalur Gaza).
Jumlah siswa sekolah pada tahun pelajaran 2021/2022 di Palestina mencapai 1.358.410 (672.567 laki-laki dan 685.843 perempuan), sebanyak 760.688 siswa berada di Tepi Barat (373.519 laki-laki dan 387.169 perempuan), sedangkan di Jalur Gaza terdapat 597.722 siswa (299.048 laki-laki dan 298.674 perempuan). Jumlah mahasiswa yang terdaftar di perguruan tinggi pada tahun ajaran 2021/2022 di Palestina mencapai 225.975 (86.992 laki-laki dan 138.983 perempuan), sebanyak 138.754 mahasiswa berada di Tepi Barat (49.069 laki-laki dan 89.685 perempuan), sedangkan di Gaza terdapat 87.221 mahasiswa (37.923 laki-laki dan 49.298 perempuan). Jumlah lulusan perguruan tinggi pada tahun akademik 2020/2021 di Palestina mencapai 46.225 (laki-laki 16.931 dan perempuan 29.294). Lulusan laki-laki dan perempuan berjumlah 32.277 berada di Tepi Barat (10.763 laki-laki dan 21.514 perempuan), sedangkan lulusan sebanyak 13.948 berada di Jalur Gaza (6.168 pria dan 7.780 wanita).
Dalam strategi sistematis Israel untuk mengusir orang-orang Palestina dari tanah mereka, agresi berkelanjutan yang dilakukan oleh pendudukan dan pemukim Israel terhadap orang-orang Palestina di semua tempat. Pasukan pendudukan Israel telah menghancurkan 1.058 bangunan di Palestina (353 bangunan tempat tinggal dan 705 fasilitas) yang mencakup 93 operasi penghancuran sendiri, yang sebagian besar berlokasi di Provinsi Al-quds (Yerusalem) yaitu sebanyak 88 operasi penghancuran. Provinsi Al-Quds mencatat jumlah penghancuran tertinggi sebesar 29%, termasuk penghancuran 128 bangunan tempat tinggal dan 176 fasilitas, pada saat pendudukan Israel membangun ratusan unit permukiman. Lebih dari 700.000 pemukim tinggal di 151 permukiman yang berada di Palestina, terutama di Tepi Barat pada akhir 2021.
Jumlah syuhada Palestina mencapai 224 syuhada selama tahun 2022 hingga 26 Desember (53 syuhada di Jalur Gaza dan 171 syuhada di Tepi Barat), menurut catatan Kementerian Kesehatan Palestina. Jumlah tawanan yang mendekam di penjara pendudukan Israel. mencapai 4.700, per akhir November 2022, menurut data Komisi Urusan Tawanan dan Mantan Tawanan, di antaranya adalah 34 perempuan, 150 anak di bawah umur, dan 835 tahanan administratif, termasuk tiga perempuan dan empat anak.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








