Larangan Israel terhadap masuknya peralatan medis ke Jalur Gaza membahayakan nyawa ratusan pasien, otoritas Palestina memperingatkan pada Sabtu (24/12). Pejabat Kementerian Kesehatan Ibrahim Abbas mengatakan otoritas Israel menolak untuk mengizinkan peralatan medis, termasuk perangkat diagnostik, masuk ke Gaza. “Kurangnya layanan medis membahayakan nyawa ratusan pasien,” dia memperingatkan.
Pejabat Palestina tersebut menambahkan bahwa larangan Israel juga mempersulit perbaikan peralatan medis karena kurangnya suku cadang. Abbas mengimbau masyarakat internasional dan kelompok hak asasi manusia untuk segera turun tangan menekan Israel agar mengizinkan masuknya peralatan medis untuk menyelamatkan nyawa pasien Palestina di Gaza. Sebagai rumah bagi 2,3 juta penduduk, Jalur Gaza mengalami guncangan terus-menerus di bawah blokade Israel sejak 2007, dan sangat mempengaruhi mata pencaharian di wilayah tersebut.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








