Mohammad Adel Daoud, 61, warga Palestina yang menjalani hukuman seumur hidup di penjara Israel, dipindahkan ke Pusat Medis Barzilai pada Minggu (25/12) setelah kondisi kesehatannya memburuk, lapor Perkumpulan Tawanan Palestina (PPS). PPS mengatakan Daoud telah menderita sakit perut selama beberapa hari karena masalah parah di perut dan usus.
Daoud telah berada di penjara sejak 8 Desember 1987, dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena perlawanannya terhadap pendudukan Israel. Dia adalah salah satu tawanan politik Palestina tertua di penjara Israel. Dia juga salah satu dari 25 orang Palestina yang telah berada di penjara Israel sebelum Perjanjian Oslo. Meski demikian, Israel menolak untuk membebaskannya pada 2014, menyebabkan kegagalan negosiasi perdamaian Palestina-Israel pada saat itu. Daoud menghadapi kelalaian medis yang disengaja oleh otoritas Israel. Dia menjalani operasi tahun lalu, namun masih menghadapi kondisi kesehatan yang sulit.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








