Tentara Israel pada Rabu malam (14/12) menghancurkan pipa air utama komunitas al-Auja, di utara desa Jericho di Tepi Barat. Komunitas tersebut mengatakan bahwa pasukan Israel menerobos masuk ke daerah mereka dan menutup satu-satunya pipa yang memasok air untuk sekitar 1.200 orang dan menggunakan buldoser untuk membangun gundukan tanah di atasnya.
Hasan Mleihat, pengawas Organisasi Al-Baidar untuk Membela Hak-Hak Orang Badui, mengatakan komunitas Badui tersebut adalah salah satu komunitas terbesar di Tepi Barat dan sering menjadi sasaran serangan dan pelanggaran oleh tentara dan pemukim Israel. Penyerangan semacam itu dimaksudkan untuk menggusur masyarakat dan merebut air dan tanah mereka untuk memberi ruang bagi pembangunan permukiman kolonial.
Israel sangat membatasi akses warga Palestina ke air di daerah tersebut, khususnya mata air setempat, termasuk ‘Ein al-Auja (mata air al-Auja), terletak di dalam Area C. Mata air lokal rentan terhadap kekeringan akibat kontrol Israel atas air. Israel telah membangun sumur besar di atas cekungan air setempat, mengurangi jumlah air yang mengalir dari mata air dan menyebabkan kehancuran ribuan dunam tanah pertanian yang diairi oleh mata air tersebut.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








