Gerakan Kampanye ‘Impian Palestina’ pada Rabu (13/12) mengutuk keputusan Instagram untuk menangguhkan akunnya. Mereka menuduh Meta, yang memiliki platform media sosial Instagram, telah “memerangi konten Palestina.” Berdasarkan laporan Quds Press, petugas media kampanye, Ahmad Qaraawi, mengatakan bahwa Meta “menutup akun tanpa peringatan, meskipun gerakan tersebut tidak melakukan pelanggaran apa pun terhadap ketentuan.”
Qaraawi menambahkan, “Penutupan akun Instagram kampanye bukanlah yang pertama dan tidak akan menjadi upaya terakhir untuk mengakhiri impian Palestina yang mengakar di hati jutaan orang di seluruh dunia.” Dia menegaskan kembali bahwa “kampanye untuk mengakhiri impian Palestina tidak akan mampu mengakhiri dukungan global untuk perjuangan Palestina.”
’Impian Palestina’ telah melakukan kegiatan mengibarkan bendera Palestina di stadion, mengorganisasi nyanyian untuk Palestina pada menit ke-48 setiap pertandingan dan mendorong penggunaan ban kapten dengan bendera Palestina,” katanya. Mereka juga menyelenggarakan beberapa acara budaya di Qatar selama Piala Dunia dan kampanye pendidikan yang menargetkan penggemar asing. Akun yang memiliki lebih dari 22.500 pengikut itu kemudian diaktifkan kembali.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








