Terdapat hampir 240 juta anak penyandang disabilitas di dunia. Anak-anak ini 20% lebih kecil kemungkinannya untuk memiliki harapan akan kehidupan yang lebih baik dibandingkan dengan anak-anak tanpa disabilitas. Pada 2016, diperkirakan bahwa secara global 52,9 juta anak di bawah lima tahun mengalami disabilitas perkembangan, seperti gangguan sensorik, disabilitas intelektual, dan gangguan spektrum autisme, dan 95% dari mereka tinggal di negara berpenghasilan rendah-menengah.
Untuk mengubahnya, anak-anak difabel harus didukung melalui intervensi dini dan hak mereka atas rehabilitasi dan teknologi bantuan harus menjadi kenyataan. Hak atas rehabilitasi diabadikan dalam Konvensi PBB tentang Hak-Hak Penyandang Disabilitas Pasal 26 tentang Habilitasi dan Rehabilitasi yang menyatakan bahwa:
“Negara-Negara Pihak harus (…) memungkinkan penyandang disabilitas untuk mencapai dan mempertahankan kemandirian maksimal, kemampuan fisik, mental, sosial dan kemampuan bakat, serta inklusi dan partisipasi penuh dalam semua aspek kehidupan.” Ini harus “Dimulai pada tahap sedini mungkin, dan didasarkan pada penilaian multidisiplin terhadap kebutuhan dan kekuatan individu;” dan termasuk promosi “ketersediaan, pengetahuan, dan penggunaan alat asistif dan teknologi, yang dirancang untuk penyandang disabilitas, karena berkaitan dengan habilitasi dan rehabilitasi.”
Rehabilitasi berarti serangkaian intervensi yang dirancang untuk mengoptimalkan fungsi dan mengurangi kecacatan pada individu dengan kondisi kesehatan dalam interaksi dengan lingkungannya. Seorang penyandang disabilitas memiliki hak untuk rehabilitasi serta hak untuk menolak rehabilitasi jika itu adalah pilihan mereka.
Teknologi Asistif (AT) adalah penerapan pengetahuan dan keterampilan terorganisasi yang terkait dengan produk asistif, termasuk sistem dan layanan. Produk asistif dibagi menjadi enam domain; mobilitas, visi, kognisi, komunikasi, pendengaran, dan lingkungan. Rehabilitasi dan AT adalah bagian dari Universal Health Coverage. Terkait dengan anak-anak, sangat penting untuk membahas hak atas rehabilitasi dan teknologi asistif sebagai bagian dari program intervensi dini. Program-program ini mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan masing-masing anak selama masa prenatal hingga mereka berusia delapan tahun.
Ada banyak jenis produk asistif yang dapat membantu anak-anak fokus dan berkembang. Kebutuhan setiap anak sedikit berbeda – oleh karena itu semua komunitas perlu memiliki akses ke rangkaian AT berkualitas yang tersedia secara lokal, sesuai untuk pengguna tertentu, dan cocok untuk digunakan di lingkungan tempat mereka akan menggunakannya. Setiap anak, keluarganya, guru, dan semua orang lain yang dekat dengan anak juga harus didukung untuk mempertahankan produk asistif.
Organisasi Kesehatan Dunia memperkirakan bahwa saat ini, lebih dari 1 miliar orang membutuhkan setidaknya satu produk asistif dan jumlah ini akan berlipat ganda menjadi 2 miliar pada tahun 2030.
Sumber:
https://www.savethechildren.net
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








