Utusan Khusus Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Anak-anak dan Konflik Bersenjata, Virginia Gamba de Potgieter, akan memulai kunjungan resmi pada Senin (12/12) ke Wilayah Pendudukan Palestina untuk menyelidiki pelanggaran Israel terhadap warga Palestina, terutama terhadap anak-anak.
Kantor Berita resmi Palestina, Wafa, mengutip penasihat politik Menteri Luar Negeri Palestina, Ahmed al-Deek, yang mengatakan bahwa kunjungan de Potgieter ke Tepi Barat dan Jalur Gaza akan berlanjut hingga 16 Desember. Selama kunjungannya, de Potgieter akan bertemu dengan keluarga anak-anak Palestina yang menjadi korban, untuk mengamati pelanggaran berat yang merupakan kejahatan perang oleh Pasukan Pendudukan Israel terhadap anak-anak Palestina. Dia menjelaskan bahwa Utusan PBB “akan menyerahkan laporan kepada Sekretaris Jenderal sehubungan dengan kesaksian yang akan diperolehnya dari keluarga korban dan dari pertemuannya dengan pejabat Palestina”.
Dia menunjukkan bahwa Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, baru-baru ini mengeluarkan dua laporan yang memuat “pernyataan yang jelas mengenai pelanggaran kekuasaan pendudukan terhadap anak-anak Palestina, dan mengisyaratkan bahwa dia akan menempatkan Israel dan tentaranya dalam daftar yang memalukan, sebagai akibat berlanjutnya pelanggaran tersebut”.
Sebuah pernyataan oleh Kementerian Luar Negeri Palestina, yang dikeluarkan pada Minggu, mengatakan bahwa Utusan PBB itu “datang dalam koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Misi Pengamat Tetap Negara Palestina untuk PBB di New York”. Kunjungan tersebut mencakup pertemuan dengan Perdana Menteri, Muhammad Shtayyeh, perwakilan tingkat tinggi pemerintah dan perwakilan lembaga nasional lainnya, serta spesialis untuk membahas pelanggaran dan kejahatan yang sedang berlangsung terhadap anak-anak Palestina. Menurut data PBB, tentara Israel telah membunuh 15 anak Palestina selama operasi “pencarian dan penangkapan” di Tepi Barat sejak awal 2022 hingga 21 November lalu.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








