Sekelompok pemukim sayap kanan Israel pada Sabtu malam (10/12) merusak sebuah toko Palestina di timur Hebron, Tepi Barat dan menyerang dua pelanggan di dalamnya, lapor kantor berita Wafa. Toko yang merupakan milik seorang penyandang disabilitas Palestina tersebut diserang oleh para pemukim dari permukiman Israel Ramat Yishai, yang dibangun di atas tanah milik pribadi Palestina di Tel Rumeida. Menurut saksi mata setempat, para pemukim menghancurkan isi toko, kemudian secara fisik dan verbal menyerang dua pelanggan muda di sana.
Serangan pemukim terhadap properti Palestina telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pasukan Pendudukan selalu melindungi penyerang dan menangkap warga Palestina yang mencoba melindungi tanah mereka. Saat ini, sekitar 800 pemukim Israel tinggal di lima permukiman ilegal Israel di sekitar Hebron, selain 7.600 yang tinggal di Kiryat Arba, yang terletak di tengah kota pendudukan Palestina.
Beberapa laporan media dan kelompok hak asasi Israel telah mengungkapkan bahwa pejabat pemerintah Israel telah mendorong kegiatan anti-Palestina yang dilakukan pemukim di Wilayah Pendudukan. “Kekerasan dan vandalisme pemukim terjadi dengan dukungan penuh oleh otoritas Israel,” menurut B’Tselem. “Kadang-kadang, tentara mengambil bagian dalam penyerangan; di lain waktu, mereka diam saja.”
Ia menambahkan, “Polisi tidak melakukan upaya substansial untuk menyelidiki insiden tersebut, mengambil tindakan untuk mencegahnya, atau menghentikannya secara segera.” Israel mendapat manfaat dari dampaknya, karena kekerasan pemukim secara bertahap telah merampas semakin banyak wilayah Palestina di Tepi Barat, membuka jalan bagi pengambilalihan tanah dan sumber daya oleh Negara.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








