Para pemukim Israel pada Rabu (7/12) menyerang sebuah sekolah menengah di selatan Kota Nablus, Tepi Barat. Ghassan Daghlas, yang memantau kegiatan permukiman di Tepi Barat utara, mengatakan kepada WAFA bahwa pemukim ekstremis dari permukiman ilegal Israel di Yitzhar melempari batu ke Sekolah Menengah Perempuan Madama, di bawah perlindungan pasukan Israel, yang memicu konfrontasi dengan warga Palestina. Tentara menembakkan tabung gas air mata ke arah pengunjuk rasa dan rumah mereka. Staf sekolah harus mengevakuasi para siswa demi keselamatan mereka.
Kekerasan pemukim ekstremis terhadap warga Palestina dan properti mereka rutin terjadi di Tepi Barat dan jarang dituntut oleh otoritas Israel. Kekerasan pemukim antara lain meliputi pembakaran properti dan masjid, pelemparan batu, pencabutan tanaman dan pohon zaitun, penyerangan terhadap rumah-rumah yang rentan. Antara 500.000 dan 600.000 orang Israel tinggal di permukiman khusus Yahudi di Al-Quds (Yerusalem) Timur dan Tepi Barat, yang melanggar hukum internasional.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








