Osama Muhammad al-Li mulai menghafal Al-Qur’an sejak ia masih dalam kandungan ibunya. Sang ibu menyadari bahwa sejak awal tahap perkembangannya, janin sudah mulai memiliki pendengaran. Oleh karena itu, sejak Osama masih dalam kandungan, ia sering diperdengarkan bacaan Al-Qur’an. Beberapa tahun berlalu dengan usaha keras, hingga sekarang Osama selesai menghafal Al-Qur’an secara keseluruhan pada usia 6 tahun lebih beberapa bulan.
Perjalanan menghafalnya berlangsung selama berjam-jam, terus-menerus setiap hari, mulai dari subuh hingga siang hari, kemudian berlanjut lagi pada sore hari. Setelah perjuangan keras tersebut, Osama akhirnya mengumumkan ayat terakhir yang berhasil ia hafal dari surah Al-Baqarah. Dengan demikian, Osama telah tuntas menghafal Al-Qur’an dari Al-Fatihah hingga An-Nas.
Sungguh momen yang indah dan sulit digambarkan ketika ibu Osama bersujud, bersyukur kepada Allah, setelah anaknya berhasil menghafal keseluruhan Al-Qur’an. Puncaknya, Osama menjadi Hafiz termuda, tidak hanya di level Jalur Gaza; tetapi juga di tingkat Palestina. Ibu Osama mengatakan bahwa nama anaknya terinspirasi dari Osama bin Zaid, sahabat yang dicintai oleh Rasulullah. Ia berharap, anaknya tumbuh sesuai doa yang tersemat dari nama tersebut.
Sang ibu menjelaskan bahwa sejak usia dua tahun, Osama belajar dengan ayahnya untuk mencoba mulai menghafal dengan mengulang surah al-Ikhlas. Namun, ibunya melihat dia masih terlalu kecil untuk menghafal sebuah surah secara lengkap. Ketika mencapai usia tiga tahun, Osama sudah dapat menghafal surah dengan sempurna dan bisa melafalkannya dengan benar. Ibunya menambahkan, “Saya bekerjasama dengan ayahnya untuk menghafal banyak surah, termasuk Ar-Rahman dan Al-Waqi’ah. Kami juga berusaha untuk tidak sekadar mengajar hafalan, tetapi juga mengajarkan anak kami untuk belajar membaca, dan memang, dia bisa membaca pada usia kurang lebih 5 tahun.”
Ayahnya kemudian mendaftarkan Osama di Sekolah Al-Tabi’een al-Syariah. Sekolah kemudian mengujinya, dan menegaskan bahwa anak itu jenius. Gurunya, Jaafar Zeno, berusaha keras untuk membantu menyelesaikan hafalan Osama hanya dalam waktu 6 setengah bulan. Ayahnya juga giat memberikan materi dan pendidikan moral kepada Osama, dan tidak lupa menyediakan waktu baginya untuk bermain, sejak dia masih sangat kecil.
Ibu Osama mengatakan, “Saya biasanya merasa lemah pada saat saya melihat anak saya dan menyadari bahwa dia masih anak-anak, tetapi saya segera menghapusnya dari pikiran saya ketika saya melihat tujuan menjadi semakin dekat, yaitu Osama selesai menghafal Al-Quran.” Ia melanjutkan, “Bukan tidak mungkin anak-anak bisa menghafal Al-Qur’an ketika masih kecil, tetapi perkaranya membutuhkan pertolongan Allah, serta banyak doa dan upaya bersama antara keluarga dan sekolah.”
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








