Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI telah menargetkan 95 persen atau sekitar 1.217.939 anak berusia 0–12 tahun di Provinsi Aceh mendapatkan empat dosis vaksin BOPV dan satu dosis imunisasi IPV lengkap sesuai usia. Upaya itu menyusul temuan satu kasus Polio tipe 2 di Kabupaten Pidie, Aceh beberapa waktu lalu.
Kemenkes pada 9 Oktober lalu menerima laporan terkait satu kasus lumpuh layuh akut atau AFP pada anak usia 7 tahun di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh. Setelah dilakukan pengambilan sampel tinja dan pemeriksaan di laboratorium, didapatkan hasil polio VDPV tipe 2.
Baru-baru ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie juga melaporkan tiga kasus baru Polio sehingga disebutkan total menjadi empat kasus. Namun demikian, Kemenkes menegaskan tiga dari empat anak yang terdeteksi positif virus polio tidak bisa dikategorikan sebagai kasus polio. Dengan demikian, kasus polio tipe 2 di Indonesia masih satu kasus. Direktorat Pengelolaan Imunisasi Kemenkes Endang Budi Hastuti beralasan ketiga anak lainnya tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai kasus polio lantaran tidak adanya gejala lumpuh layuh.
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu mengatakan, untuk mencegah kasus polio semakin meningkat, imunisasi polio massal diadakan dengan tajuk Sub Pekan Imunisasi Nasional (Sub PIN). Program ini dilaksanakan di 23 kabupaten/kota di Aceh dan dilakukan secara bertahap.
“Masing-masing putaran Sub PIN akan dilaksanakan dalam waktu seminggu ditambah lima hari sweeping. Jarak minimal antarputaran adalah satu bulan, dengan target capaian sekurang-kurangnya 95 persen merata di seluruh wilayah,” kata Maxi dikutip dari situs resmi. Maxi menerangkan Sub PIN putaran pertama dilaksanakan di Kabupaten Pidie sejak 28 November 2022. Sementara itu, imunisasi polio di Kota Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie Jaya, Bireun, Aceh Utara dan Kota Sabang akan dimulai 5 Desember, dan untuk kabupaten/kota lainnya di Provinsi Aceh akan dimulai pada 12 Desember 2022.
Pada masing-masing putaran, Kemenkes akan menggunakan vaksin novel Oral Polio Vaccine Type 2 (nOPV2) kemasan 50 dosis per vial yang diproduksi oleh PT. Biofarma. Vaksin ini digunakan hanya pada pelaksanaan Sub PIN dalam rangka penanggulangan KLB Polio tipe 2. “Sementara Sub PIN putaran kedua, akan dimulai pada minggu ke-4 Januari 2023 meliputi seluruh wilayah di Provinsi Aceh,” kata dia.
Maxi selanjutnya menekankan bahwa dukungan dan peran semua pihak di jajaran pemerintahan, dan segenap lapisan masyarakat sangat diperlukan untuk menyukseskan kegiatan tersebut. Utamanya dukungan dari para orang tua agar mengajak putra-putrinya, dari usia 0 bulan sampai dengan 12 tahun.
“Kita harapkan target tersebut bisa tercapai, namun bila masih ditemukan risiko penularan, maka akan dilakukan Sub PIN putaran berikutnya. Hal ini untuk memastikan penularannya benar-benar bisa kita hentikan,” ujar Maxi.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








