Sejak 25 November hingga 10 Desember, PBB merayakan 16 Hari Kampanye Menentang Kekerasan Berbasis Gender. Sebagai bagian dari proyek global dan kampanye menolak kekerasan terhadap perempuan, National Rehabilitation Society memimpin kampanye di Jalur Gaza yang terkepung. Upacara yang diselenggarakan bersama Women’s Affairs Centre dan PBB itu mengusung slogan “Protection is a path, not a slogan”. Para anggota yang berpartisipasi termasuk perempuan yang pernah dilecehkan dan perempuan dengan kebutuhan khusus.
“Kami datang hari ini ke Pelabuhan Gaza untuk menyampaikan pesan kepada dunia, khususnya dari perempuan berkebutuhan khusus, sebagai bagian dari 16 Hari Kampanye Menentang Kekerasan Berbasis Gender. Kami menyerukan penghapusan kekerasan terhadap perempuan,” jelas Khawla Al -Baghdadi.
Para aktivis mendesak perbaikan sikap terhadap perempuan, dimulai dari keluarga hingga mencapai tingkat pemerintahan, sehingga mereka mendapatkan hak-hak sosial, politik, dan hukum yang setara. Mereka melepaskan balon oranye ke langit dan menyerukan kepada masyarakat internasional untuk menghapuskan kekerasan terhadap perempuan, terutama pelanggaran oleh pendudukan Israel dan blokade di Jalur Gaza selama enam belas tahun terakhir.
Perwakilan Khusus Perempuan PBB di Palestina, Maryse Guimond, menuntut penyediaan kerangka hukum untuk melindungi perempuan dan anak perempuan Palestina dari segala bentuk kekerasan terhadap mereka. “Menurut data resmi Palestina, sekitar 59 persen perempuan yang telah menikah di Palestina mengalami kekerasan langsung oleh suami mereka, dengan 66,8 persen perempuan yang dilecehkan berusia antara 20–24 tahun. “70,4 persen perempuan di Jalur Gaza terpapar kekerasan, sementara 52 persen terpapar kekerasan di Tepi Barat,” katanya.
Direktur Pusat Penelitian dan Konsultasi Hukum untuk Perempuan, Zainab Al-Ghunaimi, mengatakan bahwa kekerasan terhadap anak perempuan dan perempuan dalam masyarakat Palestina masih berlanjut. “Kami memanfaatkan kampanye ini sebagai perjuangan kami sepanjang tahun, baik dalam skala lokal maupun internasional,” tambahnya.

Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








