Pada kesempatan Hari Solidaritas Internasional dengan Rakyat Palestina tanggal 29 November, Palestinian Return Centre (PRC) telah menyerukan kepada komunitas internasional untuk meningkatkan upaya yang memungkinkan penduduk Palestina agar dapat menggunakan hak mereka untuk kembali ke tanah air mereka.
Dalam sebuah pernyataan untuk menandai kesempatan tersebut, PRC mengatakan, “Tahun ini, hari solidaritas datang di tengah situasi yang mengkhawatirkan, yang diperburuk tidak hanya oleh meningkatnya kebijakan hukuman kolektif massal Israel, penghancuran massal, dan pembersihan etnis, tetapi juga oleh kampanye ad hominem yang membara, berusaha untuk mengkriminalisasi aksi solidaritas dengan Palestina.”
Baca tentang Hari Solidaritas Internasional dengan Palestina di sini
Terlepas dari kampanye ini, dukungan untuk hak-hak Palestina terus mengalir, termasuk di Piala Dunia Qatar 2022. Hampir dalam setiap pertandingan para penggemar mengibarkan bendera Palestina, mengenakan keffiyeh Palestina, atau meneriakkan slogan-slogan solidaritas dengan Palestina dan penduduk Palestina. “Meskipun Palestina dan Israel tidak berpartisipasi dalam Piala Dunia 2022, perjuangan Palestina terasa kehadirannya, menonjol di acara dan stadion Piala Dunia, yang diselenggarakan untuk pertama kalinya di negara Timur Tengah.”
Peringatan tahun ini, kata PRC, juga merupakan pengingat yang gamblang bahwa warga Palestina yang tinggal di Israel semakin diperlakukan sebagai warga negara kelas dua dengan undang-undang yang diatur oleh administrasi Israel yang terus merampas kesetaraan warga negara dalam demokrasi.
“Pada saat yang sama, kita tidak boleh melupakan para pengungsi Palestina di pengasingan, baik di wilayah Arab maupun belahan dunia lain, yang tinggal di kamp-kamp pengungsi yang tidak memadai dan fasilitas migran di bawah standar, tempat mereka menghadapi diskriminasi. Secara khusus, pengungsi Palestina dari Suriah telah terjebak dalam kekerasan negara yang dilanda perang, saat konflik memasuki tahun ke-12. Status dan kemampuan mereka untuk kembali ke rumah mereka tetap tidak pasti.”
Pernyataan PRC diakhiri dengan seruan kepada badan-badan PBB, pemerintah dunia, LSM, dan perwakilan masyarakat sipil untuk berbicara demi perjuangan Palestina. Mereka menekankan penderitaan para pengungsi, dan menyerukan dukungan kepada UNRWA hingga penjajahan atas Palestina berakhir. Mereka mendesak agar para pengungsi dapat kembali ke rumah mereka di Negara Palestina merdeka dengan Al-Quds sebagai ibu kotanya, sesuai hukum internasional dan resolusi PBB yang relevan.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








