Pasukan Israel menghancurkan sebuah sekolah dasar Palestina di daerah Masafer Yatta di Tepi Barat selatan pada Rabu (23/11). Israel berdalih bahwa sekolah tersebut dibangun “secara ilegal” di zona tembak aktif militer Israel. Pasukan Israel menggerebek desa Palestina Isfey al-Fauqa di Masafer Yatta, yang dikenal juga sebagai Perbukitan Hebron Selatan, ketika sejumlah siswa berada di dalam sekolah yang baru dibangun tersebut untuk menerima pelajaran.
Menurut penduduk setempat, pasukan Israel mengevakuasi para siswa dan guru sebelum menghancurkan bangunan tersebut, yang terbuat dari bangunan prefabrikasi. Video yang diambil di tempat kejadian beredar luas di media sosial, memperlihatkan sejumlah anak sekolah yang ketakutan menangis saat angkatan bersenjata mempersiapkan sekolah untuk dibongkar. Foto lain menunjukkan anak-anak sekolah mengambil buku pelajaran dan kertas mereka yang berserakan di tanah setelah penghancuran.
Sekolah tersebut dibangun oleh Otoritas Palestina sebagai bagian dari program “Tahadi”, yang berarti “tantangan” dalam bahasa Arab, untuk membangun institusi pendidikan di komunitas Palestina yang terpinggirkan di Area C, Tepi Barat. Israel telah menguasai area ini secara ilegal, lebih dari 60% wilayahnya berada di bawah kendali penuh Israel yang melarang pembangunan konstruksi Palestina.
Dimulai sejak 2016, program yang didanai sebagian besar oleh Uni Eropa ini telah membangun lebih dari 12 sekolah di Area C, termasuk di Isfey al-Fauqa, yang dibangun sekitar dua bulan lalu. Sekolah tersebut hanya sempat beroperasi selama beberapa minggu sebelum akhirnya dibongkar, dan telah melayani sekitar 23 siswa dari Isfey al-Fauqa dan desa-desa sekitarnya.
Hanya sehari sebelum pembongkaran, sejumlah diplomat dan perwakilan PBB mengunjungi sekolah tersebut dan berfoto di depan gedung baru. Menyusul pembongkaran pada hari Rabu, PA, Uni Eropa, dan perwakilan PBB mengkritik Israel atas tindakan tersebut, mengatakan bahwa pemerintah Israel memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa anak-anak yang tinggal di wilayah pendudukan memiliki akses ke pendidikan yang aman.
Juru bicara militer Israel Letnan Kolonel Richard Hecht mengatakan di Twitter bahwa orang-orang Palestina di Masafer Yatta berbahaya karena digunakan sebagai pion untuk mengisi “struktur ilegal.” Tetapi warga Palestina di Masafer Yatta mengatakan sekolah itu dibangun untuk memenuhi kebutuhan nyata masyarakat pedesaan, terlebih lagi banyak sekolah lainnya juga berada di bawah ancaman penghancuran oleh Israel.
“Tujuan di balik pembangunan sekolah di lokasi itu adalah agar anak-anak dari daerah Isfey memiliki akses ke sekolah terdekat, dan tidak harus menempuh jarak jauh untuk sampai ke sekolah yang ada di seberang Zona Tembak,” aktivis setempat Sami Huraini memberitahu Mondoweiss. “Apa yang terjadi di Masafer Yatta adalah kejahatan perang, dan itu akan terjadi pada sekolah lainnya di Zona Penembakan 918,” kata Huraini.
“Anak-anak kita seharusnya tidak harus menempuh jarak yang begitu jauh dalam kondisi yang sulit untuk pergi ke sekolah, sambil menghadapi pelecehan setiap hari dari para pemukim. Anak-anak ini harus dapat pergi ke sekolah dengan aman dan bebas, dan berhak atas pendidikan, seperti semua anak lain di dunia.”
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








