Pasukan Israel pada Rabu (23/11) menghancurkan sebuah sekolah di Masafer Yatta, selatan kota Hebron di Tepi Barat. Fouad al-Amour, seorang aktivis, mengatakan kepada WAFA, bahwa pasukan Israel menghancurkan sekolah Isfey, di daerah Khirbet Isfey al-Fouqa, tempat puluhan siswa bersekolah. Kementerian Pendidikan pernah menyelenggarakan kunjungan ke daerah itu untuk mendukung sekolah yang ditargetkan tersebut, bersama dengan partisipasi perwakilan dari organisasi hak asasi manusia, diplomat, dan organisasi internasional.
Delegasi Uni Eropa untuk Palestina menyatakan keterkejutan mereka setelah pasukan Israel menghancurkan sebuah sekolah dasar di Masafer Yatta di Tepi Barat, Kantor Berita Anadolu melaporkan. “Kami terkejut dengan berita bahwa pasukan Israel menghancurkan Sekolah Isfey di Masafer Yatta yang pembangunannya didanai oleh donor, hanya satu hari setelah kunjungan diplomatik oleh beberapa negara anggota UE,” katanya.
Ia menekankan bahwa “hak anak-anak Palestina atas pendidikan harus dihormati”, dan “sangat khawatir dengan tindakan Israel yang menargetkan struktur kemanusiaan. Tindakan paksaan yang terus berlanjut mengancam keberadaan komunitas Palestina di Masafer Yatta.” Kementerian Pendidikan Palestina juga mengutuk pembongkaran itu dan mengatakannya sebagai kejahatan keji.
Masafer Yatta, wilayah di selatan Hebron, adalah area dengan delapan desa. Wilayah tersebut merupakan rumah bagi lebih dari 1.200 warga Palestina, termasuk 500 anak, yang menghadapi ancaman pemindahan oleh tentara Israel. Tentara telah mendeklarasikan daerah yang beriklim gurun itu sebagai zona militer dengan nama “Fire Field No. 918”. Dalam konteks ini, Israel telah menghancurkan puluhan rumah, bangunan, dan fasilitas pertanian tempat tinggal warga Palestina, dan mencegah pengiriman layanan paling dasar seperti listrik dan air ke wilayah yang krisis tersebut.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








