Asisten Wakil Menteri Kesehatan Palestina di Gaza, Bassam al-Hamadin, mengatakan bahwa selama lebih dari setahun, penjajah Israel telah mencegah banyak peralatan medis penting dan diperlukan untuk memasuki rumah sakit Jalur Gaza.
Dalam keterangannya kepada Shehab Agency, Al-Hamadin menjelaskan bahwa alat-alat yang dilarang oleh pendudukan tersebut adalah peralatan yang digunakan untuk melakukan operasi, seperti alat untuk memperbaiki patah tulang, otak, bedah saraf, dan pembuluh darah, serta sinar-X untuk pemeriksaan intensif di ruang perawatan. Ia menegaskan permintaan Kemenkes untuk mendapatkan peralatan-peralatan medis karena keberadaannya penting untuk mendiagnosis kondisi patologis, dan untuk membantu dokter dalam menentukan jenis intervensi medis, apakah itu pengobatan atau pembedahan.
Al-Hamadin mengindikasikan bahwa Kementerian telah memperoleh dana untuk perangkat khusus radiologi intervensi, untuk merawat pasien yang membutuhkan penanganan di bagian arteri jantung. Akan tetapi, pendudukan menolak untuk memasukkan perangkat tersebut, meski berpotensi menyebabkan hilangnya beberapa nyawa dan menunda pengoperasian pasien. Al-Hamadin mengindikasikan bahwa tidak adanya alat kesehatan akan menambah daftar tunggu pasien untuk operasi dan prosedur diagnostik melalui pencitraan medis.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








