Gempa berkekuatan 5,6 M tektonik terjadi pukul 13.21 WIB di wilayah Cianjur dan sekitarnya. Info gempa dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, gempa berkekuatan 5,6 M berlokasi di 6.84 LS,107.05 BT atau 10 kilometer barat daya Kabupaten Cianjur. Gempa yang berpusat di Cianjur itu dirasakan di sejumlah daerah Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, hingga DKI Jakarta.
BMKG mencatat terjadi gempa susulan di Cianjur, Jawa Barat, sampai dengan Senin (21/11) malam, pukul 19.00 WIB. “Sampai pukul 19.00 WIB terjadi 62 gempa susulan. Magnitudo terbesar M4,2 dan magnitudo terkecil M1,5,” kata Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung, Teguh Rahayu via pesan singkat, Senin (21/11).

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengungkapkan gempa telah menelan korban sebanyak 162 jiwa, didominasi oleh anak-anak. Data sementara itu diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur per Senin (21/11), pukul 21.00 WIB. Selain korban tewas, gempa tersebut juga menyebabkan 362 orang luka ringan hingga berat, dan 13.784 orang mengungsi. Gempa juga berimbas pada kerusakan sebanyak 2.345 unit rumah atau bangunan, 2 jembatan dan jalan, serta longsor di jalan nasional.

Pasien korban bencana gempa bumi memadati RSUD Sayang Cianjur. Bahkan membludaknya korban yang terus berdatangan, sebagian pasien dirawat di halaman hingga di jalan masuk ke RSUD. Ambulans dari berbagai wilayah di Cianjur terus berdatangan membawa korban luka ke RSUD Sayang Cianjur. Tenaga kesehatan dari puskesmas, hingga tenaga kesehatan dari Polri dan TNI pun diterjunkan untuk membantu menangani korban gempa.

Gempa bumi juga membuat banyak gardu PLN terdampak. Akibatnya listrik sejumlah wilayah di Cianjur padam. Dalam keterangannya, PLN menyebutkan jika sebanyak 1.957 gardu distribusi padam, memengaruhi total 366.675 pelanggan. “Kami terus berupaya memulihkan listrik di Cianjur. Setelah memastikan tidak ada gempa susulan, petugas bergerak ke lapangan untuk menormalkan kondisi kelistrikan,” kata Manager PLN UP3 Cianjur Muhammad Hermansyah. Saat ini, petugas PLN tengah berupaya untuk memulihkan kembali gardu-gardu yang terdampak agar aliran listrik bisa kembali normal.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan gempa ini disebabkan pergerakan Sesar Cimandiri. Sesar Cimandiri adalah sesar aktif di Jawa Barat dengan orientasi arah Timur Laut dan Barat Daya. Sesar Cimandiri diketahui telah lama masuk dalam daftar sumber gempa di pulau Jawa yang punya potensi menimbulkan dampak signifikan. Hal itu disampaikan Pakar Gempa Institut Teknologi Bandung (ITB) Irwan Meilano.

Eddy Zulkarnaini Gaffar, peneliti Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), yang kini jadi bagian BRIN, mengungkapkan Sesar Cimandiri dapat dibagi menjadi beberapa segmen. Segmen-segmen sesar Cimandiri tersebut adalah segmen sesar Cimandiri Pelabuhan Ratu (Banten)-Citarik (Sukabumi), Citarik Cadasmalang (Sukabumi), Ciceureum-Cirampo (Sukabumi), Cirampo-Pangleseran (Sukabumi), Pangleseran (Sukabumi)-Cibeber (Cianjur), dan beberapa segmen Cibeber sampai Padalarang (Kab. Bandung Barat).

Dalam penelitian, Muhammad Adis S. W. pada 2018, Sesar Cimandiri telah menyebabkan beberapa gempabumi seperti Gempa Pelabuhan Ratu (1900), Gempa Padalarang (1910), Gempa Conggeang (1948), Gempa Tanjungsari (1972), Gempa Cibadak (1973), Gempa Gandasoli (1982), dan Gempa Sukabumi (2001).
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








