Sebanyak 110 pengungsi Rohingya terdampar di Desa Meunasah Lhok, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Aceh (15/11). Dari jumlah tersebut, 65 orang merupakan laki-laki, 27 perempuan, dan 18 anak-anak. Kepala Bagian Humas Pemkab Aceh Utara, Hamdani, mengatakan bahwa ratusan warga Rohingya itu pertama kali ditemukan oleh nelayan sekitar Muara Batu. Nelayan yang pulang melaut melihat satu kapal yang diisi ratusan penumpang, berada tidak jauh dari bibir pantai. Nelayan tersebut langsung melaporkan ke aparat desa.
Mereka juga diawasi oleh aparat keamanan agar tidak kabur dan difasilitasi untuk menjalani tes swab oleh Dinas Kesehatan Aceh Utara. Hamdani mengatakan, “Warga Rohingya yang sudah ditampung di Meunasah di Desa Meunasah Lhok dijaga oleh anggota Koramil 04 Muara Batu dan anggota Polsek Muara Batu yang dibantu warga masyarakat desa Meunasah Lhok, dan sekitarnya,” jelasnya.
Pada Rabu pagi (16/11) ratusan pengungsi Rohingya kembali terdampar di perairan laut Aceh Utara, tepatnya di pinggir pantai Desa Bluka Teubai, Kecamatan Dewantara. pengungsi Rohingya gelombang kedua yang tiba di Aceh Utara tersebut berjumlah 119 orang, terdiri atas 61 laki-laki dan 36 perempuan dewasa, serta 12 anak laki-laki dan 10 anak perempuan.
Periode April hingga November menjadi puncak mobilisasi karena kondisi laut relatif lebih tenang. Ratusan pengungsi telah tiba di Aceh dalam beberapa tahun terakhir. Di saat yang sama, banyak dari mereka yang terkatung-katung di laut selama berbulan-bulan. Pengungsi Rohingya setidaknya telah 22 kali terdampar di Serambi Makkah usai mengarungi laut Andaman dan Selat Malaka yang gemuruh. Daratan Aceh menjadi penyelamat bagi mereka setelah ditolak sejumlah negara di kawasan. Pengungsi Rohingya pertama kali tiba di Aceh pada 7 Januari 2009 di Kota Sabang.
Sumber:
https://internasional.kontan.co.id
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini








