Seorang anak laki-laki Palestina berusia dua belas tahun ditembak di bagian bawah matanya dengan peluru baja berlapis karet selama serangan militer Israel ke Kota Dura, di selatan wilayah selatan Distrik Tepi Barat, Hebron. Dalam sebuah pernyataan singkat, Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa anak laki-laki berusia 12 tahun yang tidak disebutkan namanya tersebut sedang dirawat di rumah sakit akibat luka tembak di bawah mata kanannya.
Pasukan Israel menyerbu kota dan mulai menembakkan tabung gas air mata ke arah penduduk, menyebabkan puluhan orang lemas. Pasukan juga menggerebek beberapa rumah dan toko komersial di daerah tersebut dan menyita rekaman kamera pengintai mereka. Tiga orang ditahan selama penggerebekan militer.
Sehari sebelumnya, Israel menembak mati seorang anak Palestina berusia 15 tahun bernama Fulla Rasmi Masalmeh pada Senin (14/11) di dekat Ramallah, hanya sehari sebelum ia akan merayakan ulang tahunnya. Anak itu ditembak di kepala oleh tentara saat penggerebekan di Kota Beitunia, sebelah barat Ramallah. Warga Palestina mengatakan bahwa tentara menembaki sebuah mobil di Beitunia tanpa alasan yang jelas, hingga membunuh Masalmeh dan melukai penumpang lain. Militer Israel mengatakan tentara menembak kendaraan “mencurigakan” saat kendaraan itu melaju ke arah mereka dan tidak mengindahkan seruan untuk berhenti.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








