Sekitar 6000 warga Palestina, termasuk 739 anak di bawah umur dan 141 wanita, ditahan oleh pasukan Israel sejak awal 2022, kata Perhimpunan Tawanan Palestina (PPS) dalam keterangan pers. PPS mengatakan bahwa pendudukan Israel mengeluarkan 1829 perintah penahanan administratif selama tahun ini.
Tahun 2022 menyaksikan penganiayaan berat terhadap tawanan dan keluarga mereka bila dibandingkan dengan beberapa tahun terakhir. Ini terjadi mengingat adanya eksekusi di luar hukum yang sedang berlangsung dan peningkatan jumlah tawanan terluka yang ditahan langsung setelah ditembak atau setelah beberapa waktu. Disebutkan bahwa meningkatnya jumlah tawanan yang terluka di penjara-penjara Israel telah mengakibatkan tingginya jumlah penyakit parah yang memerlukan tindak lanjut medis intensif.
PPS menekankan bahwa penahanan administratif pada 2022 adalah yang paling serius jika dibandingkan dengan beberapa tahun terakhir; jumlah tertinggi tercatat pada Agustus dengan 272 perintah administrasi baru dan jumlah tawanan administratif mencapai lebih dari 820 tawanan pada akhir Oktober.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








