Dua puluh satu hari pengepungan Israel telah merusak ekonomi kota Nablus di Tepi Barat dan mengakibatkan kerugian komersial besar bagi para pedagang, Anadolu Agency melaporkan. Pedagang dan pejabat Palestina dari Nablus, pusat komersial utama di Tepi Barat, mengatakan bahwa pengepungan Israel telah mencekik kota dan penduduknya, mengakibatkan kerugian ekonomi yang membutuhkan banyak waktu untuk pulih.
Pada 12 Oktober, pendudukan Israel mengepung kota dengan blok semen tinggi, karung pasir besar dan barikade pasir, memaksakan pengepungan ketat di kota. Menurut Kementerian Ekonomi Palestina, pengepungan mencakup 17.113 fasilitas komersial dan industri dan berlangsung selama 21 hari, hingga pendudukan Israel mengumumkan pencabutan pembatasan kota pada 3 November.
Berbicara kepada Anadolu Agency, pedagang Ahmad Abu Hashish mengatakan: “Nablus menghadapi pengepungan yang melumpuhkan ekonominya. Pengepungan itu mempengaruhi sejumlah besar pedagang dan pemilik toko.” Abu Hashish memiliki toko pakaian di jalan yang ditutup dengan barikade pasir: “Jalan ini melayani jalur pemerintahan Nablus, Tulkarm, Jenin, dan Qalqilia. Orang-orang yang bepergian ke dan/atau dari Ramallah melewati jalan ini. Ini memiliki lokasi komersial yang strategis.” Dia melanjutkan, “Selama pengepungan, jalan itu hampir kosong. Kami menjalani hari-hari yang sulit, sebab selain pengepungan, pendudukan Israel juga memberlakukan jam malam dari waktu ke waktu.”
Sementara itu, Mujahed Salam, pemilik toko lainnya, mengatakan bahwa kota itu menyaksikan pengepungan yang melumpuhkan serupa dengan yang diberlakukan pada awal Intifadah kedua. Dia menunjukkan bahwa orang-orang Palestina dari Nablus, kota-kota besar Tepi Barat dan kota-kota Palestina dari Israel berbelanja di toko-toko Nablus, yang mencakup berbagai macam barang.
Juru bicara Urusan Dagang di Nablus, Yassin Dweekat mengatakan, ekonomi kota itu telah menderita kerugian yang diperkirakan mencapai ratusan juta dolar AS. Dweekat menjelaskan bahwa Nablus mencakup empat zona industri dan pengepungan Israel melumpuhkan sebagian besar ekonomi Tepi Barat. Kementerian Ekonomi Palestina juga telah mengonfirmasi bahwa pengepungan itu menghentikan operasi 50 persen pabrik di kota itu, mencatat bahwa hal tersebut menyebabkan kemunduran ekonomi sebesar 60 persen.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








