Otoritas pendudukan Israel mengeluarkan sekitar 219 perintah penahanan administratif terhadap warga Palestina pada Oktober, Komisi Urusan Tawanan Palestina mengatakan pada Kamis (3/11). Pada Oktober saja, Komisi mengatakan, otoritas pendudukan Israel mengeluarkan lebih dari 219 perintah penahanan administratif terhadap warga Palestina, termasuk 84 perintah baru dan 135 perintah pembaruan.
Komisi mencatat bahwa saat ini ada sekitar 850 tawanan administratif yang ditahan di penjara Ofer dan Al-Naqab Israel, termasuk dua perempuan yang ditahan di penjara Damon Israel. Komisi mengatakan otoritas pendudukan telah menolak perjanjian dengan tahanan administratif Palestina yang menyatakan akan membebaskan mereka, terutama para tahanan yang melakukan mogok makan selama berhari-hari sebagai protes terhadap penahanan administratif mereka yang tidak adil, tanpa tuduhan atau pengadilan.
Menurut kelompok advokasi tahanan Palestina, sejak Maret 2002, jumlah warga Palestina dalam penahanan administratif tidak pernah turun di bawah 100. Pada 2015 saja, ‘Israel’ mengeluarkan 1.248 perintah penahanan administratif. Pada 2020, ‘Israel’ mengeluarkan 1.114 perintah penahanan administratif, dan mengeluarkan 1.595 perintah penahanan administratif terhadap Palestina pada 2021.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








