Kondisi kesehatan perempuan tawanan Palestina di penjara Israel, Azhar Assaf, semakin memburuk karena otoritas pendudukan Israel menolak perawatan medis yang ia butuhkan, kata Perhimpunan Tawanan Palestina (PPS) pada Sabtu (29/10). PPS mengatakan bahwa otoritas pendudukan Israel bertanggung jawab penuh atas kondisi kesehatan Assaf yang memburuk akibat kelalaian medis administrasi penjara terhadap kondisi kesehatannya dan keterlambatan dalam membawanya ke rumah Sakit.
Assaf menderita beberapa masalah kesehatan, termasuk masalah neurologis, pendengaran, dan penglihatan. Penduduk Desa Al-Jib, barat laut Al-Quds (Yerusalem), ini ditangkap pada 11 September 2021 oleh pasukan pendudukan Israel dan ditahan di penjara Damon Israel bersama dengan sekitar 30 perempuan tawanan Palestina lainnya. Menanggapi kelalaian dan pengabaian medis oleh Israel, PPS mencatat bahwa para perempuan tawanan Palestina telah melakukan serangkaian langkah protes sejak Jumat, termasuk mogok makan, dalam aksi solidaritas terhadap Assaf.
PPS mengatakan bahwa para perempuan tawanan menghadapi kondisi yang sulit di dalam penjara Damon, karena beberapa dari mereka menderita masalah kesehatan dan terdapat 6 perempuan tawanan dalam kondisi terluka. PPS meminta semua pihak yang berwenang untuk turun tangan membebaskan Assaf, seraya mengingatkan kembali nasib perempuan tawanan Palestina lainnya, Saadia Farajallah, yang telah meninggal akibat kelalaian medis.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








