Orang tua siswa Sekolah al-Iman (Iman) di lingkungan Beit Hanina di Al-Quds (Yerusalem) pada Kamis (27/10) memprotes pemaksaan kurikulum Israel. Raed Bashir, anggota Komite Orang Tua Siswa, mengatakan bahwa penggeledahan tas siswa oleh staf Kementerian Pendidikan Israel (MoE) adalah “ilegal” dan “tidak manusiawi”. Ia mengatakan bahwa sekolah akan mengambil proses hukum terhadap tindakan represif Kementerian Israel terhadap siswa dan administrasi sekolah.
Pada Rabu (26/10), staf MoE Israel menggeledah tas siswa Sekolah Al-Iman dan Sekolah Al-Ibrahimia di lingkungan itu untuk mencari-cari buku dengan kurikulum Palestina. Administrasi dua sekolah itu mengecam inspeksi tersebut sebagai bagian integral dari tindakan lebih luas yang diambil oleh Kementerian Pendidikan untuk memaksakan kurikulum Israel dan memalsukan narasi sejarah Palestina. Sementara itu, Juru Bicara MoE Palestina, Sadeq al-Khdour mengecam tindakan tersebut dan menyebutnya sebagai langkah yang melanggar semua hukum dan piagam internasional yang menjamin hak anak atas pendidikan.
Dia menambahkan bahwa Kementerian Lingkungan Palestina sedang mempersiapkan file sehubungan dengan semua pelanggaran Israel terhadap institusi pendidikan di wilayah pendudukan untuk diserahkan ke organisasi PBB terkait.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








