Tingkat kemiskinan di antara pengungsi Palestina di Lebanon telah melonjak dari 70 persen pada awal 2022 menjadi 93 persen pada saat ini, Wakil Komisaris Jenderal Badan PBB untuk Pengungsi Palestina, Leni Stenseth, mengatakan pada Rabu (26/10).
Setelah kunjungan lapangan untuk bertemu dengan para pengungsi di Lebanon, Stenseth mengatakan bahwa ada “krisis kemanusiaan dramatis” yang melanda kamp-kamp pengungsi Palestina di negara itu. Dia mengatakan bahwa sebagian besar pengungsi Palestina di Lebanon telah terjerumus ke dalam krisis ekonomi yang mendalam. “Mereka tidak dapat mengamankan kebutuhan untuk kehidupan sehari-hari mereka.” Sementara, melalui Twitter-nya dituliskan: “UNRWA sedang mengerjakan kampanye pencegahan untuk membantu melindungi pengungsi dari wabah kolera yang melanda Lebanon bulan ini.”
Lebanon menampung sekitar 210.000 pengungsi Palestina, termasuk 30.000 yang melarikan diri dari Suriah setelah dimulainya perang saudara 2011. Beberapa hari yang lalu, UNRWA mengajukan permohonan mendesak sebesar $13 juta untuk pendanaan bantuan tunai kepada keluarga, layanan perawatan kesehatan dasar, dan untuk menjaga agar sekolah-sekolah lembaga itu tetap buka hingga akhir tahun.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








