Pada Senin (24/10), Kantor Penerangan Urusan Tawanan di Jalur Gaza menyelenggarakan launching buku berjudul Lima Ribu Hari di “Alam Barzah” karya seorang tawanan, Hassan Salama. Buku ini mengulas kehidupan dan penderitaan sang penulis di dalam sel isolasi selama lebih dari 13 tahun. Acara ini dihadiri oleh para tawanan yang telah dibebaskan, para tokoh serta keluarga dari Salama.
Istri Salama, Ghufran Zamel dalam wawancaranya mengucapkan terima kasih kepada para pihak yang telah berkontribusi dalam penerbitan buku. Ia menjelaskan bahwa buku ini menceritakan perjalanan panjang suaminya. “Perjalanan bermula dari kegelapan sel isolasi, lalu kesulitan-kesulitan yang dialami dalam proses menulis” kata Zamel. Selain itu, buku ini juga merangkum penderitaan panjang suaminya yang berlangsung hampir 14 tahun.
Zamel menambahkan, “Menyusun kata-kata yang membahas tentang tawanan itu tidak mudah baginya, dan saya hidup bersama penderitaannya. Buku ini adalah kepercayaan yang diberikan Hassan kepada kalian semua, untuk mengungkap fakta kekejaman penjajah kepada khalayak dan untuk menjadi alasan mencegah penderitaan yang terus menerus terhadap tawanan lain.” Pertemuan itu juga menampilkan presentasi video yang menjelaskan biografi Hassan Salama, aksi heroiknya, dan periode penahanannya di bawah pendudukan Israel.
Ketua Asosiasi Wa’ed untuk Tawanan dan Mantan Tawanan, Tawfiq Abu Naim, memberikan apresiasi terhadap buku yang ditulis Hassan Salama ini, dan menekankan bahwa di antara lembaran buku itu terkandung rasa sakit, darah, kehidupan dan penderitaan individu yang dialami oleh para tawanan.
Kepala Unit Dokumentasi dan Studi di Otoritas Tawanan dan Mantan Tawanan, Abdel Nasser Farwana, menegaskan bahwa dia membaca buku hingga habis hanya dalam beberapa jam saja. “Saya sangat tersentuh oleh buku ini, seperti membawa saya kembali ke penjara dan ke tempat hidup ribuan tawanan.” Dia menjelaskan bahwa buku yang terdiri atas 200 halaman itu, memasukkan banyak pembahasan penting dalam kehidupan seorang tawanan Palestina. Ia merekomendasikan agar semua orang membacanya, juga agar buku itu diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







