Bentrok setiap tahun terjadi bersamaan dengan dimulainya hari libur Yahudi dan penutupan tempat-tempat penting Palestina. Pada tahun ini, Pasar Qattanin di Kota Tua Al-Quds ditutup selama 8 hari berturut-turut selama periode Sukkot. Hijazi Al-Rishq, ketua Komite Pedagang di Al-Quds, mengatakan bahwa Pasar Qattanin adalah salah satu pasar terpenting dan bersejarah di Kota Tua, karena merupakan salah satu gerbang menuju Masjid Al-Aqsa. Pasar ini dekat dengan pos-pos permukiman, Sinagog, dan Tembok Al-Buraq, sehingga menjadi target utama bagi ambisi para pemukim, terutama pada hari Sabat dan hari libur Yahudi pada umumnya.
Al-Rishq menjelaskan bahwa pada tahun ini polisi pendudukan memaksa pedagang pasar untuk menutup toko mereka, membiarkan para pemukim membuat kekacauan di dalamnya dan melakukan ritual Talmud mereka di depan Kubah Batu (Dome of the Rock/As-Sakhrah). Hal ini menimbulkan kerugian finansial yang besar pada pemilik toko, di samping tekanan moral, psikologis, dan penyerangan fisik. Penutupan mengakibatkan kerugian sekitar 50–70 ribu dolar setiap harinya, dan sayangnya tidak ada pihak yang memberikan kompensasi kepada para pedagang ini. Para polisi pendudukan menolak memberi perintah tertulis kepada pedagang untuk menutup toko mereka untuk mencegah penggunaan dokumen hukum tersebut di depan pengadilan.
Peneliti sejarah Abu Shamsia melanjutkan bahwa pasar ini merupakan salah satu pasar yang paling dekat dengan Masjid Al-Qibli. Di dalamnya terdapat 50 toko, dan di atas setiap toko terdapat ruangan yang tidak melebihi 3-4 meter persegi. Menurut literatur sejarah, pada periode Tentara Salib, dibangunlah 16 anak tangga tinggi bersamaan dengan pembangunan pasar itu sendiri. Pintu pasar yang terletak di sisi barat dianggap sebagai salah satu pintu yang paling indah, karena mengandung dekorasi, fitur, dan karakteristik arsitektur Mamluk seperti lengkungan bersayap dan hiasan lain yang memberikan estetika pintu barat ini.
Peneliti Al-Quds Fakhri Abu Diab mengatakan bahwa target penjajahan terletak di semua wilayah Al-Quds dan Kota Tua, tetapi Pasar Qattanin adalah pasar yang langsung menghadap ke Kubah Batu. Untuk mencapainya harus melalui Gerbang Mughrabi, bukan Bab al-Silsilah, karena Pasar Qattanin jaraknya tidak kurang dari 100 meter dari Tembok Al-Buraq. Abu Diab menunjukkan bahwa menutup pasar ini adalah upaya “mengontrol keamanan” dan memberikan perlindungan bagi pemukim untuk melakukan ritual Talmud mereka di sekitar pasar atau di dalamnya. Menutup pasar ini juga adalah upaya untuk melumpuhkan ekonomi Al-Quds dan untuk membatasi penduduknya.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








