Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan bahwa hingga Minggu (23/10), jumlah pasien dengan gangguan ginjal akut progresif atipikal di Indonesia mencapai 245 orang. Sementara itu, kasus kematian anak akibat gagal ginjal akut di Indonesia sudah mencapai 141 kasus. Angka ini lebih tinggi dari angka kematian di Gambia yakni 70 kasus. “Per hari ini, tercatat total 245 kasus di 26 provinsi. Sebanyak 8 provinsi berkontribusi terhadap 85 persen kasus yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Aceh, Jawa Timur, Sumatera Barat, Bali, Banten, dan Sumatera Utara, dengan tingkat fatalitas mencapai 57,6 persen,” ujar Menkes Budi Gunadi Sadikin di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (24/10).
Di samping itu, pemerintah mengklaim telah berhasil menemukan obat yang relevan untuk menyembuhkan penyakit gagal ginjal akut progresif atipikal (Acute Kidney Injury/AKI). Obat yang dimaksud bernama Fomepizole (injeksi), yang belum ada di Indonesia, dan hanya ada dari produsen di Singapura. Menkes Budi menyebut, sebanyak 36 vial (wadah dosis tunggal atau multidosis untuk injeksi) obat Fomepizole akan dikirimkan dari Singapura dan Australia. Singapura mengirimkan sebanyak 20 vial dan sebanyak 16 vial dari Australia.
Pemerintah juga akan mengimpor obat Fomepizole dari Amerika Serikat dan Jepang. Budi mengatakan stok baru Fomepizole akan digunakan untuk menangani pasien yang masih dirawat. “Kita sedang proses beli juga dari Amerika. Mereka ada stok, tetapi tidak banyak. Juga dari Jepang ada sekitar 2.000-an,” kata Budi di Istana Kepresidenan Bogor, Senin (24/10).
Kemenkes menyatakan obat antidotum dengan merek Fomepizole kepada pasien AKI akan ditanggung pemerintah alias diberikan secara gratis. Budi mengatakan fomepizole digunakan setelah konsultasi dan pengujian yang melibatkan ahli farmakologi. Pihaknya memilih Fomepizole lantaran sifat obat ini mampu mengikat racun dari senyawa berbahaya yang ada di dalam tubuh. Selain itu, obat ini merupakan obat paling baru dengan efikasi paling tinggi berdasarkan riset dari para ahli farmakologi di Indonesia. Dia menyebut 7 dari 10 anak pasien gangguan ginjal akut mengalami kondisi yang lebih baik setelah meminum obat itu.
Obat yang akan membantu pemulihan pasien gangguan ginjal akut disebut sebagai obat langka. Karenanya, ia mengapresiasi dan berterima kasih atas bantuan Singapura dan Australia.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







